Selasa, 22 Desember 2015

SELAMAT HARI IBU SIMBOK TERSAYANG


Mbok, aku tak pernah pandai mengungkapkan perasaan lewat kata, tak berani bersimpuh pula di kakimu karena pasti engkau akan menjewer telingaku. Engkau pernah mengatakan ' bukan sujud simpuh yang Simbok harapkan, le. Tapi ketulusan kamu berbakti, meski kamu tak bisa berkata halus tak apa le, yang penting hatimu lembut' kata Simbok waktu itu, terimakasih telah memahamiku, Mbok, dari sononya aku memang tak bisa berkata pelan. Maturnuwun Mbok / terimakasih Ibu, sudah mendidik dan membesarkanku, semoga engkau sehat selalu agar dapat kunikmati sambel bawang dan telur ceplok bikinanmu, selamat hari Ibu.

Senin, 21 Desember 2015

BALADA GIGI PALSU

Samsul tersenyum tipis saat temannya mengangkat kamera.
"Ayo dong Sul, pelit amat, yang lebar men" Jeber sang fotografer berteriak protes, ia ingin semua anggota tim tertawa lebar
"Sory coy, ini sudah maksimal, tak bisa lebih lagi"
Jeber menggerutu tapi ia memotret juga.
Bukan samsul tak mau senyum lebar, tapi ada yang menghalanginya, gigi dekat taring ompong, gara gara ini juga dia menderita minder akut.
Dia merasa gigi ompong itu mengikis setengah kegantengannya, membuatnya merasa menjadi manusia paling malang sedunia.
Samsul kadang merenung memikirkan hal itu, mengira yang demikan penyebab di tolak para gadis, mana ada yang suka sama lekaki ompong? Rata rata memilih yang ganteng, dan ganteng identik dengan gigi lengkap.

Minggu, 20 Desember 2015

MIRI

Bagi yang tahu buah ini tunjuk jari ya, jari tangan bukan jari kaki, apalagi jari orang, nah itu ada, satu, dua, tiga, empat,.., limabelas,...wah hampir semua tahu ya, bagus itu tandanya kalian pinter, buah ini sering digunakan untuk bumbu masak, bisa juga untuk minyak rambut tapi diolah dulu, supaya hasil yang didapat maksimal. Tapi, kenapa hari ini membahas buah yang satu ini? adakah misteri di balik buah ini? tak ada misteri apapun haya pingin saja menuliskan mengenainya. Buah ini memiliki cangkang berwarna hitam, keras, jangan coba-coba memakai gigi untuk memecahkannya, bahaya, tanya dokter gigi kalau tak percaya, gunakan pemecah khusus, kalau tak ada, palu juga boleh, letakkan buah di alas keras, lalu, praaak! taraa! buah miri bisa digunakan, warnanya putih sedikit keruh, rasanya? enak tapi agak enek kalau dimakan mentah. Untuk informasi lengkap tentang buah tersebut, silakan hubungi ibu masing-masing, sekian.

PENANTIAN


Kesepian mencengkeram hati, membawaku dalam keheningan, sunyi. Senyumku memudar ditelan kerinduan, padamu wanita yang membuat gelisah siang malam. Aku mencintaimu, kemana lagi harus kuteriakkan tentang rasaku, tentang cinta sepenuh hati namun tak pernah ada sambut. Tak cuma dia dan mereka, belasan gadis menolak pinanganku, dan mengatakan tidak saat kusampaikan permintaanku. Apakah karena kurang tampan wajahku, atau yang lain, tolong jujurlah agar dapat kuperbaiki. Sudah letih aku dengan kesendirian, kesepian dan kehampaan, aku tak tahu sampai kapan menemukanmu, wahai calon istriku.

Sabtu, 19 Desember 2015

Saat Cinta Menyapa

Aku terpekur menatap layar komputer di hadapanku, baru beberapa kata lalu terhenti,  entah kenapa kali ini aku tak bisa meluliskan sesuatu. Tanpa sadar jemariku meraih  mouse lalu mengarahkan curor  ke folder rindu, di sana terpampang beberapa foto gadis berjilbab, cantik, hatiku berdesir tiap menatap foto itu, senyumnya selalu bisa meluluhkan hatiku, dan entah mengapa aku selalu rindu.  Perasaan itu semaking kuat,  membuat hatiku tersiksa, aku tak tahan lagi. Segera ku tutup laptop, masa bodoh dengan shutdown, aku mematut diri sebentar, menyambar kunci kontak, merah helm, mengenakan, lalu mengeluarkan  motor kesayangan. Tanganku mendadak dingin, ayolah bukankah aku ingin menemuinya? ah aku tak mampu, membayangkan wajahnya saja sudah membuat lutut ini lemas, tapi kalau tidak berjumpa aku tak yakin bisa tenang seharian.  Beberapa saat kemudian dengan menguatkan hati, aku sudah dalam perjalanan.  Sepuluh menit kemudian dengan hati berbunga aku menatap ke depan, ya menatap genting rumahnya, ini sudah cukup meredakan kerinduanku,. Lama aku memandang genting itu.
"Mas, apa yang kamu lakukan di sini" seorang mengagetkanku
"Oh, pak yanto, mengagetkan saja"
"Bapak liat kamu dari tadi menatap genteng pak harso, memang ada apa man?"
"Eh, tak ada pak, cuma mengitung genteng saja "
"Kamu ini kurang kerjaan, buat apa genteng dihitung, aneh" pak yanto mulai curiga "pasti ada sesuatu" sambungnya
"Ngak kok pak, nggak ada apa-apa, permisi" aku bergegas menghidupkan motor sebelum pak yanto bertanya lebih jauh. dari kejauhan pak yanto menatap heran sambil bergumam"ada ada saja anak muda sekarang" kemudian melanjutkan pekerjaanya  menganyam bambu di bawah pohon mangga sambil nembang asmarandana.
aku mengarahkan motor lurus, tak tahu hendak kemana,  nanti saja dipikirkan.

Rabu, 16 Desember 2015

MENULIS, APAKAH SUSAH?

Tentu saja tidak, apa susahnya?  tinggal tulis dan kamu resmi menjadi penulis. Hanya saja kamu belum mendapatkan apapun dari karya tersebut, baru milik pribadi, sekeren apapun tulisan kamu tak ada yang tahu, ingat keren menurutmu belum tentu keren menurut pembaca.

Jadi? tunjukkan pada mereka karyamu, entah cerpen, puisi, novel atau yang lain, biarkan mereka tahu kalau kamu bisa menulis, tapi ingat jangan kecewa dan buru-buru menyerah karyamu tak direspon baik.

Cari tahu apa yang kurang, lalu perbaiki, jangan berhenti belajar, teruslah menulis lama-kelamaan pasti bagus juga tulisan kamu, ingat pepatah lama alah bisa karena biasa.

Lalu? tulis, kalau cuma memikirkan tak ada gunanya, tuliskan jangan berhenti untuk mengedit, biarkan saja, nah kalau sudah selesai baru kamu boleh edit.

Ayo, semangat, jangan mudah nyerah!

BUKIT CUMBRI

Bukit Cumbri? Aku menatap temanku dengan ekspresi bertanya, ia kemudian menjelaskan tentang perbukitan yang terletak di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah itu, katanya keindahan menjelang matahari terbenam tak kalah dengan bukit di Korea sana. Dari puncak, kita bisa melihat perbukitan kecil berderet, sekilas seperti pemandangan dari puncak Bromo.
Lokasi sangat mudah dijangkau, kalau dari kota Wonogiri cukup berkendara sekitar satu jam dengan kecepatan sedang kearah timur, Purwantoro. Lepas dari sana akan dijumpai perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, ambil saja arah kiri, tak sampai setengah jam kamu akan ada di kaki Bukit Cumbri.
Aku mendengarkan dengan serius, sepertinya menarik, kapan-kapan sepertinya harus kesana.