Selasa, 11 Oktober 2022

Catatan Oktober 2022


Oktober 2022 ketika aku menuliskan ini, tepatnya tanggal 11. Ada banyak hal yang terjadi dan ada juga yang berlalu, terlewat, menjadi sebuah cerita yang dijalani sekarang, banyak waktu yang terbuang tentu saja dan cerita cerita lain. Aku akan menceritakan sesuatu hal tentang kendaaraan. Aku sering berganti kendaraan dahulu, pilih ini, ganti itu, ada yang lain ganti , dengan modal seadanya bahkan kadang dengan meminjam uang dahulu atau dengan cara kredit juga yang penting bisa menukar kendaraan.

Sepeda motor sudah berkali kali dengan model yang berbeda dari mulai GL 100, Astrea Grand, RX Z, Kharisma, Tiger 2000, Vixion, KLX 150, Cb 150 R, CBR 150 R CBU dan CBR 250 R CBU. Proses penukaran dengan susah payah menyisihkan pendapatan yang dicari dengan susah payah. Semua kendaraan itu dibeli dengan cerita masing masing pun juga ditukar dengan cerita berbeda juga.
Honda GL 100 sepeda motor pertama yang dibeli dengan uang sendiri, rasanya bahagia sekali bisa mendapatkannya, tiap hari dicuci sampai dipakai setahun lebih sampai akhirnya diberi uang oleh orang tua untuk ditukarkan dengan yang lain dan pilihan selanjutnya honda Astrea Grand dengan pertimbangan irit bahan bakar dan pada waktu itu masih merupakan jenis nyang banyak dicari. Tapi tak bertahan lama, suasana hati yang buruk membuat ingin mendapatkan kendaraan dengan tipe yang lain yang bisa melaju cepat seperti menyatu dengan angin, dengan mengendarainya seolah beban tertiup angin, dan beralih ke kendaraan ke dua Yamaha RXZ. Kendaraan ini cukup cepat namun sayang untuk BBM cukup boros yang membuat ingin ganti dengan yang lain.

Sepeda motor yang lain adalah Honda Kharima yang aku beli dengan terburu buru penting dapat yang irit, namun modelnya yang kurang menarik membuat tak bertahan lama juga, dan akhirnya dijual lagi dengan kerugian yang lumayan, lebih dari satu juta pada waktu itu. Akhirnya dibelikan lagi motor lain, motor yang dulu cuma bisa diimpikan karena harganya yang sangat mahal, Honda Tiger 2000 tahun 1997 yang dibeli dengan bantuan teman, diambil dari jakarta. Kedaraan ini cukup membuat hati senang dikendarai dengan bangga torsi yang besar dengan konsumsi BBM yang tidak terlalu boros, sayang motor ini dijual lagi dengan pertimbangan lain, ada motor injeksi yang katanya irit BBM. Dengan hati yang berat ditukar lagi dengan Yamaha Vixion sepeda motor injeksi pertama yang aku miliki, kendaraan yang cukup irit dan bandel sempat beberapa kali aku pakai untuk jalan jalan ke Jogjakarta. Namun terpaksa setelah satu tahun dijual lagi karena tertarik dengan Kawasaki KLX yang bisa untuk medan jelek. Dan akhirnya Klx 150 plat jakarta terbeli sudah,cukup nyaman dipakai dengan konsumsi bbm yang sedikit lebih boros dari Vixion, aku sangat menyukainya sayangnya tidak dengan orang tua, dua bulan dipakai terpaksa ditukar lagi dengan motor lain CB 150 R yang dibeli dengan cara kredit tiga tahun, waktu yang lama.
Bertahun dipakai dengan cerita yang menarik, perjalanan demi perjalanan bahkan sampai juga di Surabaya untuk mengambil hasil test kerabat yang sekarang sudah meninggal, semoga diampuni segala kesalahannya. Motor ini setelah tiga tahun dijual lagi dan ditukarkan dengan motor Honda CBR 150 R yang cukup lama dipakai lima tahun lebih dan terpaksa ditukarkan dengan motor yang sampai saat ini dipakai Honda CBR 250 R CBU.

Cukup panjang cerita pertukaran motor ini, sampai capek menuliskanya, kalau saja waktu bisa diulang aku ingin satu saja motor dirawat dengan baik, tapi tak bisa bukan? Taka apa ini banyaknya motor yang ditukar sejatinya ada cerita masing masing dari sepeda motor itu.