Minggu, 08 September 2013

Cerpen:Akhirnya Menemukannya

Pagi yang indah dikota Wonogiri,diantara sinar matahari yang menyusup dedaunan terlihat seorang pengendara motor yang memacu kendaraannya perlahan seakan ingin menikmati kehangatan mentari sambil sesekali melihat keindahan sawah yang mulai menguning dikiri kanan jalan.

Kini pandangannya beralih kedepan,terlihat aspal yang mulai mengelupas disana sini tanpa ada perbaikan,anak muda itu mendesah,selalu saja begini nasib masyarakat yang tinggal didesa terpencil tak  mendapat jatah perbaikan jalan,dahulu saat pemilihan presiden desa itu mendapat bantuan aspal dari salah satu partai poitik terkenal di negara ini karena dianggap telah menyumbang banyak suara.

Jalan yang pada awalnya merupakan bebatuan yang disusun mulai berubah menjadi jalanan aspal meski tak banyak yang yakin akan keawetannya,dan terbukti baru tiga tahun sudah banyak sekali yang rusak parah,sudah sangat sering pengendara motor terjatuh disana,dari yang hanya lecet lecet biasa sampai yang harus dibawa kerumah sakit karena luka parah,yah beginilah kondisi jalan di desa itu desa yang sebagian besar rakyatnya bercocok tanam.

Dijalankannya  motornya dengan tenang sesekali membelok kekiri atau kekanan menghindari lubang,setelah melewati turunan dan tanjakan yang sama rusaknya akhirnya ia sampai perempatan jalan dekat smp tempat ia sekolah duabelas tahun yang lalu,ia tersenyum begitu cepatnya waktu berlalu.

Serasa baru kemarin ia mengenakan celana pendek biru,baju putih lengkap dengan topi biru menghiasi kepalanya,dan sekarang ia sudah menjelma menjadi pemuda duapuluh lima tahun,begitu cepat waktu berlalu.di hidupkannya vixion kesayangannya,setelah membaca bismillah dijalankannya dengan kecepatan tinggi yah maklumlah ia tak mau kesiangan sampai dijogja,agar ia bisa lama berjalan jalan dimalioboro setelah mengunjungi kawannya yang membuka usaha perikanan disana.

Setelah berkendara sekitar tiga puluh menit anak muda itu sampai di pasar di kecamatan ngadirojo vixion ia jalankan perlahan karena banyak anak sekolah yang mau menyebrang,baru saja ia mau memacu kendaraannya tiba tiba seorang ibu menyebrang..

Ciiiitt.... dengan keahlian yang mengagumkan motor itu berhenti mendadak roda belakangnya membelai udara,si ibu terlihat pias  dan menatap pemuda itu dengan pandangan bersalah,tapi anak muda itu justru tersenyum dan melambai pada ibu itu seakan akan berucap,tidak apa apa bu,lain  kali hati hati ya.kemudian menjalankan matanya perlahan diiringi tatapan terimakasih dari si ibu.

Dari kaca spion ia melihat orang orang mendekati ibu itu,mungkin menanyakan apakah beliau baik baik saja.Dialihkan lagi pandangannya kejalan raya dan dijalankannya motornya kali ini dengan kecepatan sedang,ia mengurungkan niatnya untuk buru buru sampai di jogja biarlah agak pelan saja,biarlah nanti jalan jalan dimalioboro agak diperpendek.

Lima belas menit kemudian anak muda itu sampai di Wonogiri kota kabupaten di selatan surakarta  ia harus mencari pom bensin terdekat karena persediaan bensin ditangki motornya pasti tak akan cukup untuk sampai di jogja,ia menimbang nimbang apakah akan diisi di pokoh atau di giriwono?lebih baik dipokoh saja selain lebih cepat juga karena mbak yang bertugas disana lumayan cantik,ah lebih baik dipokoh saja kalau di giriwono nanti petugasnya bapak bapak.

Dari segi kesehatan mata tampaknya pom bensin di pokoh lebih bersahabat,kesehatan mata maksudnya hehehe,ia pun bergegas kesana menempatkan diri dibelakang orang yang lebih dulu antri,saat matanya menatap petugas spbu ia pun kecewa ah,kenapa disini juga bapak bapak,kemana mbak mbak yang biasanya bertugas disini batinya agak jengkel karena telah salah memprediksi,tapi tak apalah yang penting dapat bensin juga.

Setelah mengisi tangki motornya anak muda itu melanjutkan perjalanannya kembali,dan sepuluh menit kemudian ia harus terhenti karena lampu merah kembali.ah ia paling jengkel dengan yang namanya lampu merah,menghabiskan waktu saja,kalau saja ia belum insyaf mungkin sudah diterobosnya lampu merah itu dan bermain kejar kejaran dengan polisi.tapi sudah lah itu hanyalah masa lalu.

Ia kembali menatap kedepan menunggu lampu berganti hijau,sebuah teriakan memaksanya menoleh ke kanan,dan hei apa itu?ia melihat seorang gadis muda dalam kesulitan tasnya nampak dipegangi oleh seorang yang memegang pistol,rupanya ada juga perampok diwonogiri,gila disiang hari berani merampok juga.

Orang orang tak ada yang bereaksi,kebanyakan pura pura tidak tahu agar tidak terlibat dalam kesulitan,anak muda itu menimbang nimbang ia sebenarnya takut pada pistol soalnya nyawanya hanya satu kalau hilang bagaimana, apalagi dia belum menikah,sekali lagi ia menoleh pada perempuan itu dilihatnya laki laki itu mau menampar wanita itu hingga terjerembab,darah anak muda itu mendidih hilang sudah ketakutannya melihat kejadian itu,ia punya seorang ibu,bagaimana kalau ibunya mengalami kejadian itu dan tak seorangpun mau menolong,sesaat dilihatnya perampok itu menaiki motornya.

Tanpa pikir panjang diterobosnya lampu merah,tak dipedulikannya umpatan pengemudi mobil yang terpaksa mengerem mendadak,fikirannya hanya satu ia harus menolong wanita itu.perampok itu terkejut saat seseorang menabrak motornya,ia jatuh terguling namun bergegas bangkit,seperti para penjahat yang sering kita lihat di tivi diambilnya pistol yang terselip dipinggangnya dan dihampirinya seseorang yang menendangnya hingga jatuh dari motor.

Anak muda itu tersenyum getir melihat perampok itu menodongkan pistol kearahnya ia tak tahu kalau orang itu sangat terlatih,mungkin perampok profesional.ia sadar apa akbiatnya kalau sampai timah panas itu menembus tubuhnya,anak muda itu bergeser agak menjauh tapi tidak berusaha lari hanya mencari sekian persen peluang agar kalaupun peluru itu ditembakkan tidak akan mengenai kepalanya.

“kurang ajar kau anak muda,lo tahu ga ini apa?mau gue bikin mampus”

Anak muda itu tak menjawab hanya bergeser pelan kebelakang,diusahakannya tetap tenang sambil tangannya diam diam mengambil hp nya.

Perampok itu  bergeser mendekat,ia ingin menembak mati anak muda itu yang berani macam macam padanya.sementara orang orang tetap saja pura pura tidak tahu dengan kejadian itu.namun ternyata pemuda itu lebih cepat dilemparkannya sekuat tenaga hp nya kearah perampok itu tepat mengenai kepalanya,terdengar sebuah letusan lalu sesaat keheningan tercipta,semua bertanya apa yang terjadi.

Anak muda itu merasakan panas dibahunya yang dengan cepat berubah menjadi nyeri yang luar biasa,sebelum perampok itu sempat menembakkan  pelurunya lagi tinjunya sudah lebih dulu sampai diwajahnya,dilanjutkan dengan tendangan memutar yang mengenai rahang penjahat itu.orang orang yang terpesona dengan keberanian pemuda itu bergegas memberikan bantuan,perampok itu akhirnya harus merasakan amukan warga segera tidak terkendali.

Sementara pemuda itu jatuh terduduk sambil memegangi bahunya,ia merasakan sakit yang sangat dan kemudian tidak ingat apa apa lagi.

Saat ia membuka matanya yang pertama ia lihat adalah langit langit kamar yang berwarna putih,dimana ini apakah aku sudah mati,tapi fikiran itu segera hilang saat ia merasakan nyeri dibahunya,dilihatnya perban melilit bahunya.

“jangan bangun dulu mas,kata dokter belum boleh lo”terdengar sebuah suara merdu.

Anak muda itu menoleh kearah sumber suara itu dan pandangannya berbenturan dengan bola mata bening dalam balutan jilbab biru,senyum yang manis menyisakan rasa khawatir nampak diwajahnya.

“aku dimana?”tanyanya tolol terkesima oleh wajah itu,sejenak dilupakannya rasa sakit dibahunya.padahal ia tahu dirumah sakit,mana ada orang kena tembak dibawa kerumah bersalin

“Mas ada dirumah sakit,mas pingsan usai nolongin saya ingat ngga?”

“Iya aku ingat,terus perampok itu kemana sekarang?”

“Sudah dibawa polisi Mas.Terima kasih ya sudah nolongin saya”gadis itu menunduk malu.

“Sudahlah tak apa apa nggak usah difikirkan”

"Oh iya mas nama saya Intan,saya kuliah di kedokteran"gadis itu menjelaskan

"Saya Zaki,mbak"jawab pemuda itu sambil terenyum

Intan terus menjaga zaki dengan setia,ia kagum dijaman sekarang ini masih ada orang yang peduli pada sesama,laki laki ini yang ia harapkan untuk menjadi suaminya suatu saat,namun ia tyak tahu apakah penolongnya sudah punya pacar atau belum,melihat dari wajahnya kemungkinan sudah punya,iapun memberanikan bertanya

"Mas udah punya pacar"tanya Intan sambil menunduk"

Zaki tersenyum dalam hati,baru kali ini ada yang menanyakan itu,cewek,cantik lagi.
"Belum,mbak,memangnya kenapa,kok nayanya yang itu,bukannya luka saya masih sakit apa tidak?"tanya Zaki menggoda.

Intan serba salah,ia menunduk,kemudian menatap Zaki yang tersenyum seolah menggodanya

"Eh maaf mas,Lukanya masih sakit nggak?"tanya Intan kemudian,suasana agak cair,lalu mereka sibuk dengan pembicaraan yang lebih santai.

Hari itu Zaki sudah diperbolehkan pulang,perasaannya tak bisa dilukiskan ia begitu gembira,bukan karena luka dibahunya sudah sembuh namun,karena perhatian intan yang demikian besar padanya.Ia mempunyai harapan yang indah bersama intan,ia harap kali ini ia benar menemukan jodohnya,diliriknya gadis cantik disebelahnya yang tersenyum manis padanya.

Kalau saja Zaki tahu kalau Intan pun berfikiran sama sepertinya mungkin ia akan meloncat loncat kegirangan.Demikianlah kisah Zaki yang menemukan cinta lewat jalan yang sama sekali tidak ia duga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar