Sabtu, 19 Desember 2015

Saat Cinta Menyapa

Aku terpekur menatap layar komputer di hadapanku, baru beberapa kata lalu terhenti,  entah kenapa kali ini aku tak bisa meluliskan sesuatu. Tanpa sadar jemariku meraih  mouse lalu mengarahkan curor  ke folder rindu, di sana terpampang beberapa foto gadis berjilbab, cantik, hatiku berdesir tiap menatap foto itu, senyumnya selalu bisa meluluhkan hatiku, dan entah mengapa aku selalu rindu.  Perasaan itu semaking kuat,  membuat hatiku tersiksa, aku tak tahan lagi. Segera ku tutup laptop, masa bodoh dengan shutdown, aku mematut diri sebentar, menyambar kunci kontak, merah helm, mengenakan, lalu mengeluarkan  motor kesayangan. Tanganku mendadak dingin, ayolah bukankah aku ingin menemuinya? ah aku tak mampu, membayangkan wajahnya saja sudah membuat lutut ini lemas, tapi kalau tidak berjumpa aku tak yakin bisa tenang seharian.  Beberapa saat kemudian dengan menguatkan hati, aku sudah dalam perjalanan.  Sepuluh menit kemudian dengan hati berbunga aku menatap ke depan, ya menatap genting rumahnya, ini sudah cukup meredakan kerinduanku,. Lama aku memandang genting itu.
"Mas, apa yang kamu lakukan di sini" seorang mengagetkanku
"Oh, pak yanto, mengagetkan saja"
"Bapak liat kamu dari tadi menatap genteng pak harso, memang ada apa man?"
"Eh, tak ada pak, cuma mengitung genteng saja "
"Kamu ini kurang kerjaan, buat apa genteng dihitung, aneh" pak yanto mulai curiga "pasti ada sesuatu" sambungnya
"Ngak kok pak, nggak ada apa-apa, permisi" aku bergegas menghidupkan motor sebelum pak yanto bertanya lebih jauh. dari kejauhan pak yanto menatap heran sambil bergumam"ada ada saja anak muda sekarang" kemudian melanjutkan pekerjaanya  menganyam bambu di bawah pohon mangga sambil nembang asmarandana.
aku mengarahkan motor lurus, tak tahu hendak kemana,  nanti saja dipikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar