Rabu, 26 Februari 2014

Cerpen:Bejo The Story

“Mas,ban saya bocor nih”kata seorang cewek cantik sambil menunjuk ban belakangnya yang kempes.

“Oh,iya Mbak akan saya kerjakan,silakan duduk dulu Mbak”jawab anak muda bertopi yang rupanya adalah tukang tambal ban.

Dituntunnya motornya ketempat ia biasa bekerja,ah tumben tumbennya ada cewek cantik terdampar disini,biasanya ibu ibu kalau,ga anak muda yang kadang suka pura pura lupa bayar desis anak muda itu dalam hati.

Ia perlahan membuka ban motor itu dengan hati hati,diamatinya keadaan ban luar dalam,kemudian diisinya ban itu dengan angin secukupnya,hmm kayaknya normal,lanjut ketahap berikutnya ban dalam itu dicelupkan kedalam ember,perlahan diputar untuk mengetahui bagian mana yang bocor,ah rupanya ada dua tempat,biasanya kalau  bocor dua tempat yang jadi biang keladi adalah paku,setelah dicek ternyata benar paku kecil menancap dengan manisnya,segera dicabutnya dan menghampiri gadis manis itu.

“Mbak,ini ban nya kena paku berlubang di dua tempat mau diganti atau di tambal saja?”tanya si anak muda pada gadis manis itu alamak kenapa dia tersenyum bisa rontok hatiku desisnya.

“Kalau ditambal kena berapa mas?soalnya saya lagi ga bawa dompet nih”tanya si gadis sambil memperlebar senyumnya yang membuat hati si pemuda menjadi makin kebat kebit.

“Enam ribu Mbak,tapi agak lama soalnya haru dua kali di press”jawab si Pemuda singkat,dalam hati gembira karena itu berarti ia akan lebih lama melihat bidadari yang entah nyasar dari mana ini.

“Kalau gitu,ditambal saja mas,lama juga ga apa apa”jawab si gadis manis sembil kembali duduk ke tempat semula.

Pemuda itu kembali pada pekerjaannya,dikerjakannya dengan pelan pelan meski biasanya ia bekerja lebih cepat kalau pelanggan yang datang anak muda atau ibu ibu.Nah selesai.Sekarang tinggal menunggu sepuluh menit sampai api di alat pres itu mati sendiri.

Ia menimbang nimbang apakah akan mengajak gadis itu ngobrol atau ia akan duduk menunggu api padam disekat motor,akhirnya ia pikir lebih baik ia mengajak gadis itu ngobrol siapa tahu ia jodohnya,bukankah jodoh bisa bertemu dimana saja,begitu katanya dalam hati.

“Mbak bukan orang sini ya,kok kayaknya saya belum pernah  ketemu”kata si pemuda mengawali pembicaraan.

“Bukan,mas,saya mahasiswi yang lagi kkn di desa sebelah,tadi baru ke pasar membeli bahan untuk dimasak eh malah kebanan dan akhirnya sampai disini”jawab si cewek sambil memamerkan giginya yang indah.

Anak muda itu sejenak terpana,ini gadis kok suka sekali tersenyum ya,senyumnya manis lagi kayak gula  pasir campur madu ama garem sekilo,batin si pemuda dalam hati.

“O,gitu mbak,pantes saja soalnya mbak terlalu cantik untuk ukuran daerah sini”uuupsss keceplosan,si pemuda buru buru mingkem karena salah ucap,maksudnya tadi bukan berkata seprerti itu,jangan jangan mbaknya malah menganggap dia ini tukang gombal kelas gorila lagi.

“Hehehe,mas bisa saja.Saya dari Jogja mas kebetulan mendapat tempat KKN di daerah sini”jawab si gadis sambil tertawa kecil.

Senyumnya udah mematikan,ditambah dengan tertawanya yang seperti buluh perindu,bikin merinding yang mendengarnya,jangan jangan dia bukan manusia,tapi masa iya jam segini ada peri nongol bati si pemuda takut takut,sambil diliriknya kaki gadis itu kalau menginjak tanah berarti orang tapi,kalau tidak berarti....

Si pemuda terkejut bukan kepalang,karena ternyata yang diinjak gadis manis itu bukan tanah tapi...ah sial kenapa si belang kucing kesayangannya membuang hajat disitu,aihh mau ditaruh dimana mukaku ini,sekali lagi ia melirik takut takut.

“Mmm anu mbak..nggg ..”anak muda itu ragu melanjutkan,dengan isyarat ia menunjuk ke sepatu yang dikenakan gadis itu,sepatu bermerek yang bagus harus ternoda karena si belang tidak tahu sopan santun.(iyalah mana ada kucing yang sopan)

“Aduh,apa ini mas?”si gadis tampak panik karena tidak biasanya ia menginjak harta seperti itu,idih si mbak udah tahu nginjek kayak gitu masih tanya lagi itu apa,memang dikiranya apa?coklat?

Pemuda itu kemudian mengantarkan gadis manis itu ke kamar mandi untuk membersihkan sesuatu di sepatunya,pemuda itu menawarkan untuk membersihkan namun si gadis menolak dengan halus

“Biar saya saja mas,nggak apa apa kok”katanya kemudian.

Pemuda itu kemudian meninggalkan gadis itu untuk melanjutkan pekerjaannya,satu lubang yang bocor sudah selesai ditambal,ia kemudaian segera mengepress lubang yang satu lagi ,untuk yang kedua biasanya hanya butuh waktu lima menit soalnya alat presnya udah panas.

Pemuda itu jadi merasa bersalah tapi,mau bagaiman lagi Belang juga tidak akan paham meski ia berteriak teriak memarahi,kalau gini acara perkenalannyaa bisa berantakan.

“Mas.Gimana,udah selesai belum?”rupanya gadis itu sudah selesai dengan acara bersih bersihnya.

“Belum mbak sebentar lagi,maaf ya mbak saya tidak tahu kalau kucing saya meninggalkan sesuatu disitu”dengan mimik bersalah pemuda itu minta maaf

“Ndak apa apa mas,salah saya juga yang tidak mendeteksi baunya soalnya lagi pilek”

Pemuda itu tersenyum lega,untunglah bidadari itu tidak marah,kalau ia marah bagaimana ia bisa berkenalan dengannya soalnya dari pandangan pertama ia sudah merasa kalau gadis itu adalah jodohnya(kepedean ni anak)

“Oh iya,mbak perkenalkan nama saya Bejo,bukan benar benar mirip Jokowi lo mbak”kata Bejo sambil menunduk malu,yah ia kadang malu dengan namanya.

“Ah si mas bisa saja.Saya Diah mas”

“ Mbak Diah tinggal dimana selama KKN?”tanya Bejo kemudian

“Saya tinggal dirumah pak Kepala Desa mas mungkin saya dan teman teman akan ada disana selama empat bulan soalnya kami sedang meneliti tanaman cengkeh,mas bisa menunjukkan ga,dimana yang banyak  tanaman cengkeh”?Diah bertanya pada Bejo yang memandanginya dengan antusias,maklumlah baru kali ini bisa bngobrol dengan orang cantik.

“Kebetulan,mbak.Ditempat saya banyak pohon cengkeh kalau mau saya antarkan kesana”kata Bejo menawarkan.

“Tapi,saya bisanya besuk mas,gimana dong?”

“Oo ga masalah mbak,besuk saya libur kok”jawab Bejo spontan,padahal besuk hari selasa,dan tidak libur tapi,kapan lagi bisaPDKT sama gadis secantik ini.

“Loh,bukannya besuk hari selasa mas,bukan tanggal merah lagi”Diah setengah menggoda

“Untuk mbak besuk saya jadikan tanggal merah  deh”

Demikianlah sejak saat itu Bejo semakin dekat dengan Diah,ternyata Diah yang adalah anak seorang pedagang batik terkenal di kota Jogja tapi ia tak pernah memandang rendah Bejo  yang hanya berprofesi sebagai tukang tambal ban.Menurut diah yang penting orangnya baik dan selalu merasa ia selalu merasa spesial bila di dekatnya,kedua orang tua merekapun  sama sekali tidak keberatan dan selang satu tahun kemudaian merekapun menikah.

Bejo yang dulu hanya tukang tambal ban dipinggir jalan karena dukungan dari Diah sekarang menjelma menjadi pendekar dari goa hantu eh menjadi pengusaha ban terbesar di kota Jogja,kalau kalian kebetulan datang ke kota Jogja lihatlah di Toko Ban di Jalan Cinta.

Kalau ada laki laki ramah dan ganteng yang menyapa kalian saat akan membeli ban entah itu ban mobil,motor,becak atau bajaj itulah mas Bejo yang dari dulu sampai sekarang masih tetep sama meski udah jadi orang kaya.Baginya kaya itu bukan alasan untuk menjadi sombong,kekayaan itu ditangannya,bukan dihatinya begitu kira kira filosofi hidup mas Bejo yang nasibnya benar benar Bejo(mujur)ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar