Rabu, 18 Juni 2025

 

Juni 2025

 

Apa kabar di tahun dan bulan ini ? Semoga baik saja kabar kalian di manapun berada. Baik saat ini aku akan menceritakan apa kepada kalian, apakah cerita sederhana seperti biasanya ataukah cerita lain yang mungkin akan berat kalian baca. Sudah cukup lama aku menulis, meski belum ada satu pun buku atau karya yang terbit, tapi tak masalah yang penting ada hal yang bisa dihasilkan, untuk saat ini karya tulisan yang bisa aku baca atau kalian baca kelak, suatu hari ketika kalian mulai bosan dengan banyaknya vidio di youtube ataupun tik tok, kalian akan mampir lagi kesini untuk membaca. Jaman sekarang ada berapa sih yang masih mempunyai blog? mungkin sudah tidak banyak lagi mereka sudah beralih ke vlog, youtube atau media lainnya. Tapi aku masih di sini, kadang menulis sesuatu agar otak tak mudah lupa, karena terlalu sering melihat vidio yang seliweran kadang malah membuat otak lupa caranya bekerja.
Aku merasakan hal lain ketika menulis, kepala rasanya lebih ringan karena beban yang ada sebagian sudah berkurang, ketika kata demi kata ditulis seolah beban berkurang sedikit demi sedikit.

Tapi mungkin menulis itu harus tiap hari agar tidak mudah lupa dan bisa mengasah pikiran juga, tapi kadang kesibukan yang banyak membuat lupa menulis.

Selasa, 14 Januari 2025

Januari 2025

 


Tahun 2025, sudah sangat lama sejak aku mulai menulis di blog ini. Dulu aku menulis agar banyak orang membaca dan berkunjung, kemudian bis amendapatkan adsense lewat tulisan tersebut tapi semakin ke sini semakin pudar keinginan itu. Dunia menulis memang tidak mudah apalagi dijaman sekarang dimana banyak orang lebih menyukai melihat video daripada membaca tulisan yang bisa memancing otak berimajinasi.

Ada apa dengan jaman sekarang? 
Aku pun tidak tahu dan masih mecari tahu alasannya kenapa, sudah demikian tidak mau repotkah orang orang itu, atau generasi sekarang yang sudah sangat manja sekedar berimajinasi saja mereka tidak mau. 

Kita kembali lagi kepada yang terjadi di tahun ini, tahun baru masehi yang bagi sebagian orang dirayakan dengan begitu megah, entah mereka tidak tahu atau bagaimana kalau semakin tahun jatah usia mereka akan semakin berkurang.

Waktu tak pernah menanti, memang seperti itu. 

Ada sedikit cerita beberapa waktu yang  lalu, tentang seorang sahabat yang dipanggil menghadap Nya, aku baru menjenguk satu kali dan amsih berbincang dengan baik dengannya, kata masih lancar dan komunikasi masih baik tap ternyata takdir berkata lain, ketika Allah memanggil tak ada yang kuasa mencegahnya. Satu yang masih aku ingat sampai sekarang, ketika ada rasa ingin menjenguk tapi tertunda dengan kata, besuk saja, besuk saja, sebentar lagi dia sembuh, besuk saja dan besuk saja hingga ternyata besuk itu tak pernah ada. Ketika mendapat telfun kalau dia telah berpulang hati terasa sangat pedih, sakit, menyesali kenapa aku tak menjenguk dia waktu itu?

Hal yang semestinya kita ingat dari cerita ini adalah jangan biasakan diri menunda karena kita tidak pernah tahu apa yang ada di depan sana. Jadi bagi kalian juga ya, pergunakan waktu dengan baik jangan menunda lagi apalagi yang berkaitan dengan hal yang baik.







Senin, 15 Juli 2024

Bulan Juli 2024

 

Apa yang terlintas ketika membaca judul di atas? Iya kamu benar, waktu. Hal yang terasa berharga ketika sudah terlewat,  semakin jauh lewat semakin berharga. Waktu tak akan pernah kembali meski kamu punya seluruh dunia. 

Ketika membaca ini mungkin kamu bertanya kenapa membahas tentang ini? Bukankah seharusnya memang begitu, waktu berlalu setiap hari, jadi kenapa... bukankah wajar... Tentu saja wajar jika usiamu saat membaca tulisan ini belasan tahun, atau kamu masih remaja, tapi beda jika saat kamu menemukan tulisan ini usiamu sudah puluhan bahkan mungkin mendekati setengah abad.

Ada hal yang tak kamu sadari bahwa waktu akan selalu berjalan bahkan ketika kamu tidur sekalipun, waktu tak akan menunggumu bangun untuk melanjutkan perjalanannya. Digunakan atau tidak dia akan tetap terlewat. Ketika aku menuliskan ini usiaku sudah 38 kawan, aku berharap ketika kamu membaca tulisan ini kamu bisa lebih menghargai lagi waktumu, apalagi yang sekarang masih remaja gunakan waktumu dengan baik, jangan sampai menyesal ketika usiamu beranjak senja.

Tahun Tahun ini ada banyak hal yang bisa membunuh waktumu, banyaknya aplikasi hiburan menjadikan waktu berlalu begitu saja dengan sangat cepat. Rebahan pagi pagi, skrol aplikasi, nonton, tahu-tahu waktu sudah senja, malam, tidur, bangun kemudian begitu lagi, berlalu begitu saja. Detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan serta tahun berlalu begitu saja. Jika tak digunakan dengan baik akan memicu penyesalan dan kata kata andai dulu aku begini dan begitu. Ketika sudah berlalu terlalu jauh maka tak ada yang tersisa lagi selain penyesalan.

Sama kawan, akupun menyesal sudah membiarkan sekian lama begitu saja, bukan masalah materi teman tapi tidak menggunakan waktu yang terlewat dengan baik, dengan keluarga teman tanpa tersibukkan dengan Gadget.

Kamis, 18 Januari 2024

Sepuluh Tahun Di Blogger

 


Melihat kembali ke dalam postingan ternyata sudah cukup lama aku menuliskan catatan di blog ini, Sepuluh Tahun. Jadi ingat dengan cita cita dahulu menjadi seorang penulis dan bisa mendapatkan penghasilan lewat tulisan seperti Tere Liye, Fahri Asiza, Asma Nadia dan mereka yang lain yang sudah bisa menghasilkan banyak hal lewat tulisan.

Aku? Tak ada setidaknya selain tulisan yang berserakan di Blog ini dan di facebook yang karena diplagiasi orang jadi aku memilih berhenti di sana. 

Dan di sinilah aku, menuliskan kata kata sederhana seingatnya, meski sejauh ini hanya menjadi tulisan pribadi sahaja, mungkin ada diantara kalian yang kebetulan singgah dan meluangkan waktu membaca di sini, apapun itu aku berharap ada hal baik yang bisa diambil dari pengalaman sederhana ini.

jadi bagaimana selama sepuluh tahun ini? Jujur memaang ada beberapa cerpen yang aku gabung menjadi satu buku, tapi aku malu untuk menceritakannya, yaa memang satu karya sebenarnya, tapi cuma karya biasa saja yang mungkin tak cukup menarik untuk dibaca.

Selama sepuluh tahun waktuku tersita di dunia nyata, berjuang dengan keadaan dan peristiwa yang kadang tak sesuai dengan harapan. Tak apa kita semua berjuang mengubah keadaan mengubah keadaan sederhana menjadi lebih baik, karena kita harus melangkah maju meski baru memulai dari tapak kecil.

Wonogiren Hijau

 


Ini fotoku tahun 2020 akhir, sebuah foto yang mengingatkan kembali harus bagaimana menghadapi kehidupan, foto yang mengingatkan kembali bagaimana menjadi seseorang. Jujur sudah banyak hal yang terjadi, dari saat aku melupakan sesuatu sampai perlahan menemukan kembali- Bahwa kehidupan harus berpedoman kepada agama, berakhlak baik dalam keadaan bagaimanapun. Tentu saja bukan saat saat keadaan memaksa untuk menyelamatkan kehidupan.

Dan hei, begitu banyaknya hal yang sudah terjadi hal yang sangat sangat memalukan kalau dilihat kembali, kepribadian yang menurun semangat yang tejun dan hal lain yang terjadi dan lupa untuk diceritakan. Lupa karena begitu banyak ujian yang dulu disesali kenapa terjadi, lupa kalau segalanya tak ada yang luput dari rencanaNya. Inilah akau dengan segala keterbatasan, ketika melupakan sadaran saat itulah semua berantakan.

Tapi, hal semacam itu bukan menjadi alasan utuk lupa diri, lupa pada yang kuasa dan lupa bagaimana harus menjalani kehidupan, segalanya sudah melalui takaranNya, tak ada yang terlalu berat dan tak ada kebetulan, jadi mengapa selama ini banyak sekali keresahan yang hadir? Mungkin karena kecemasan yang berlebihan dan lupa bersandar kepadaNya.

Apa Kabar Kenangan?

 

Kenangan, hal yang tersisa dari masa lalu tersimpan dalam memori,ada yang mudah terhapuskan namun ada yang melekat selamanya dalam pikiran. Salah satu hal yang bisa membawa memori kembali datang adalah selembar foto , darinya segalanya kelihatan kembali, laksana baru dituang dari bejana masa itu.

Setiap peristiwa seakan kembali hadir, seperti inikah aku sekarang? Betapa banyak hal yang berubah... Ke mana kebaikan hati yang dulu, ke mana hal yang dulu begitu bisa dibanggakan... semua laksana menguap diterpa kerasnya kehidupan. Tapi haruskan berubah? Haruskah menjadi keras dan kejam dengan alasan keadaan? Tidak bukan.

Masa boleh saja berlalu, namun tiap hal yang terjadi sudah jelas akan ada pertanggung jawabannya di hadapanNya, tak ada pilihan selain mengisi dengan hal baik dan bermanfaat, mengisi kembali dengan kenangan baik agar suatu saat ketika menengok ke belakang tak ada penyesalan.

Jumat, 12 Januari 2024

Januari 2024

 


Januari tahun 2024 seperti yang dituliskan dalam judul. Adahkah hal yang baru di tahun ini? Ya, ada.

Sedikit kesadaran sudah mulai tumbuh, tentang sebuah penyesalan dan hal yang harus diperbaiki, kesadaran terbit ketika memandang sebuah foto- hal yang tertinggal dari masa lalu, kenangan itu kembali ketika menatap foto yang sudah lusuh dimakan jaman tapi kenangan yang dibawanya msih segar menyusup ke dalam ingatan seperti tetes embun pagi.

Selalu ada jalan untuk kembali, kembali menjadi orang baik, kembali menjadi diri sendiri lewat cerimin berama nurani.

Catatan Akhir Tahun

 

Tahun 2023 sudah berlalu, banyak hal yang terjadi di tahun ini kejadian baik dan buruk, senang dan susah silih berganti beriringan bersama putaran sang waktu yang terus berjalan. Aku tahu bagaimanapun waktu akan tetap berjalan tanpa memedulikan apapun, kesedihan dan kesendirian tak membuat waktu melambat, tetap akan berputar apapun keadaannya. 

Di sini aku duduk merenung memikirkan setahun yang berjalan, apakah sudah menjalani hidup dengan benar apakah belum. Januari, Februari, maret dst berlalu begitu saja tanpa ada hal yang baru, April, Mei Juni dst berlalu dengan kepribadian yang memburuk, Ada apakah? Kenapa semakin hari tidak ada perubahan yang berarti, seakan berjalan ditempat saja tanpa ada pergeseran.

Juli sampai Desember masih saja sama, tak ada peningkatan yang bisa dibanggakan, Tubuh makin tak proporsional, sementara kesehatan sedikit terganggu. Apakah yang salah?

Recana yang sudah disusun matang tinggal rencana, sama sekali tak ada yang direalisasikan, satu atau dua berjalalan sebentar kemudian pupus berserakan laksana tertiup angin. Ada apa denganku? Kenapa berubah? 

Pandangan bergeser menuju hijaunya dedauanan padi yang bersuara gemerisik, seakan berbisik tentang tak adanya hal baik yang berubah, tak adanya perkembangan yang bisa dibanggakan... Ke manakan aku yang dulu?

Angin berhembus, membawa sedikit kesejukan menerpa-Sebagian menyusup sampai ke hati. Apakah sekarang waktuny berbenah? Ya mungkin karena kalau tidak tahun depan akan sama menyisakan penyesalan di penghujung tahun.

Bismillah...




Rabu, 13 Desember 2023

Jodoh Seperti Apakah?





 Tahun 2023 sudah hampir berlalu, usia sudah memasuki tigapuluh delapan, sejak menuliskan cerita sepuluh tahun lalu jodoh itu masih tidak kunjungbertemu. Usaha sudah dilakukan dengan sangat maksimal lengkap dengan cerita yang tidak masuk akal, kegagalan bertubi tubi yang akan membuat orang yang hatinya lemah memilih jalan pintas. Apanya yang salah? Usaha sudah, hal yang mungkin dilakukan juga sudah tapi nyatanya belum juga menemukan jalan.

Harapan untuk menemukan pendamping masih belum hilang, bagaimanapun toh pada akhirnya harus menikah juga bukan ? Tiap orang berusaha mencari yang terbaik. Tapi jika tidak kunjung berjumpa apakah harus memasrahkan pada takdirNya? 

Mungkin sudah saatnya memasrahkan jodoh kepadanya, melepaskan semua keegoisan seperti yang diminta dan memohon diberikan yang terbaik menurutNya, karena pada kenyataanya apa yang terbaik menurutNya sudah pasti baik juga bagi kita, hanya kadang kekerdilan jiwa yang tak mau menerimanya

STARLET MOBIL DENGAN SEJARAH PANJANG

 Starlet, hatchback keluaran Toyota tahun 1987 adalah mobil yang aku dapatkan dengan kebetulan, seperti jodoh yang tidak disangka namun akhirnya bersama. Bagaimana aku mendapatkan Mobil ini?

Aku punya mobil Kijang Super tahun 1987 yang didapatkan dari hasil tukar tambah dengan Mitsubishi T120 SS tahun 1994 dengan menambah uang dua juta rupiah, mobil yang aku punya T 120 SS yang aku punya adalah mobil layak jalan yang aku dapatkan dari teman seharga enam belas juta rupiah, kondisi bagus dan sangat layak jalan. 

Aku pikir dengan kita mengatakan jujur kondisi kendaraan oang lain akan melakukan hal yang sama, pada saat memposting di situs jual beli aku jelaskan keadaan mobil tapi ternyata tidak laku,

Selasa, 31 Januari 2023

Motor Cbr 250 R Thailand, Sejarah dan Dilema

Assalamualaikum Sobat semua, semoga kalian sehat selalu. Apa kabar dunia permotoran tanah air? Banyak sekali jenis sepeda motor bermunculan dengan model yang beragam, futuristik dan tentu saja menarik, sepertinya akan semakin banyak model baru yang sejalan dengan perkembangan tekhnologi. Sebagai pemilik CBR 250 R Thailand tentu saja sedikit bingung, motor ini jujur nyaman dipakai, BBM irit dengan kendala yang hampir tidak ada, kecuali sparepart fast moving yang sulit dicari. Namun di Jaman sekarang yang serba online part asli maupun part substitusi masih bisa didapatkan. Kadang ada rasa ingin menjual karena tertarik dengan motor dua silinder yang harganya sudah mulai turun, bagaimanapun kadang ada rasa untuk meminang motor dengan cilinder yang lebih banyak meski cc nya sama. Godaan terus datang namun bagaimana dengan CBR 250 R ini jika meminang motor lain, sudah pasti dijual bukan? cek dan ricek harga pasar dimulai dannn ternyata motor kesayangan ini saat ini harganya tidak cukup bagus, yang pasti kecewa dengan penurunan harga yang sedemikian fantastis, kalau saja motor ini sudah cacat sana sini tentu tidak eman  mau menjual, namun dengan kondisi yang masih bagus tanpa kendala sangat sayang melepas motor ini. 

Motor ini nyaman dipakai tidak terlalu berat dengan tenaga yang besar, sangat cocok dengan kondisi jalan di sini yang naik turun menanjak di lereng perbukitan. Sejauh ini dipakai cuma melakukan penggantian di kampas belakang dan rantai saja, serta filter udara itupun karena filter sudah disobek oleh pemilik sebelumnya. Untuk perjalanan jauh tidak ada masalah cuma kalau berhenti di lampu merah kaki terasa panas berbeda dengan motor CBR  150 R Thailand yang dulu sempat dimiliki.

Lantas bagaimana? Entahlah sampai saat ini mau menjual masih sayang eman kalau dijual nanti membeli lagi dengan kondisi yang sama sudah pasti sulit, tapi kadang ada rasa ingin di jual...


Selasa, 11 Oktober 2022

Catatan Oktober 2022


Oktober 2022 ketika aku menuliskan ini, tepatnya tanggal 11. Ada banyak hal yang terjadi dan ada juga yang berlalu, terlewat, menjadi sebuah cerita yang dijalani sekarang, banyak waktu yang terbuang tentu saja dan cerita cerita lain. Aku akan menceritakan sesuatu hal tentang kendaaraan. Aku sering berganti kendaraan dahulu, pilih ini, ganti itu, ada yang lain ganti , dengan modal seadanya bahkan kadang dengan meminjam uang dahulu atau dengan cara kredit juga yang penting bisa menukar kendaraan.

Sepeda motor sudah berkali kali dengan model yang berbeda dari mulai GL 100, Astrea Grand, RX Z, Kharisma, Tiger 2000, Vixion, KLX 150, Cb 150 R, CBR 150 R CBU dan CBR 250 R CBU. Proses penukaran dengan susah payah menyisihkan pendapatan yang dicari dengan susah payah. Semua kendaraan itu dibeli dengan cerita masing masing pun juga ditukar dengan cerita berbeda juga.
Honda GL 100 sepeda motor pertama yang dibeli dengan uang sendiri, rasanya bahagia sekali bisa mendapatkannya, tiap hari dicuci sampai dipakai setahun lebih sampai akhirnya diberi uang oleh orang tua untuk ditukarkan dengan yang lain dan pilihan selanjutnya honda Astrea Grand dengan pertimbangan irit bahan bakar dan pada waktu itu masih merupakan jenis nyang banyak dicari. Tapi tak bertahan lama, suasana hati yang buruk membuat ingin mendapatkan kendaraan dengan tipe yang lain yang bisa melaju cepat seperti menyatu dengan angin, dengan mengendarainya seolah beban tertiup angin, dan beralih ke kendaraan ke dua Yamaha RXZ. Kendaraan ini cukup cepat namun sayang untuk BBM cukup boros yang membuat ingin ganti dengan yang lain.

Sepeda motor yang lain adalah Honda Kharima yang aku beli dengan terburu buru penting dapat yang irit, namun modelnya yang kurang menarik membuat tak bertahan lama juga, dan akhirnya dijual lagi dengan kerugian yang lumayan, lebih dari satu juta pada waktu itu. Akhirnya dibelikan lagi motor lain, motor yang dulu cuma bisa diimpikan karena harganya yang sangat mahal, Honda Tiger 2000 tahun 1997 yang dibeli dengan bantuan teman, diambil dari jakarta. Kedaraan ini cukup membuat hati senang dikendarai dengan bangga torsi yang besar dengan konsumsi BBM yang tidak terlalu boros, sayang motor ini dijual lagi dengan pertimbangan lain, ada motor injeksi yang katanya irit BBM. Dengan hati yang berat ditukar lagi dengan Yamaha Vixion sepeda motor injeksi pertama yang aku miliki, kendaraan yang cukup irit dan bandel sempat beberapa kali aku pakai untuk jalan jalan ke Jogjakarta. Namun terpaksa setelah satu tahun dijual lagi karena tertarik dengan Kawasaki KLX yang bisa untuk medan jelek. Dan akhirnya Klx 150 plat jakarta terbeli sudah,cukup nyaman dipakai dengan konsumsi bbm yang sedikit lebih boros dari Vixion, aku sangat menyukainya sayangnya tidak dengan orang tua, dua bulan dipakai terpaksa ditukar lagi dengan motor lain CB 150 R yang dibeli dengan cara kredit tiga tahun, waktu yang lama.
Bertahun dipakai dengan cerita yang menarik, perjalanan demi perjalanan bahkan sampai juga di Surabaya untuk mengambil hasil test kerabat yang sekarang sudah meninggal, semoga diampuni segala kesalahannya. Motor ini setelah tiga tahun dijual lagi dan ditukarkan dengan motor Honda CBR 150 R yang cukup lama dipakai lima tahun lebih dan terpaksa ditukarkan dengan motor yang sampai saat ini dipakai Honda CBR 250 R CBU.

Cukup panjang cerita pertukaran motor ini, sampai capek menuliskanya, kalau saja waktu bisa diulang aku ingin satu saja motor dirawat dengan baik, tapi tak bisa bukan? Taka apa ini banyaknya motor yang ditukar sejatinya ada cerita masing masing dari sepeda motor itu.


 

Rabu, 10 Agustus 2022

Halo Aku Kembali


 Assalamualaikum para pembaca budiman yang sedikit jumlahnya, apakah kalian tersesat ke sini? Jika iya jangan di skip dulu, tinggallah sejenak dan carilah tulisan saya yang mungkin bisa bermanfaat bagimu. Kena aku kembali menulis lagi di sini? Kenapa ya? Kenapa? Jawabanya adalah karena rindu, rindu dengan dunia yang dulu sempat menjadikan lupa waktu, dunia di mana bisa melepaskan segala kepenatan dnegan di 'dunia baru' Dunia Kata.

Dulu, tulisanku hanyalah tulisan biasa saja, seakan tak ada harganya sama sekali, bahkan aku kadang menyesal setelah menuliskannya, sempat ingin menghapus tulisan, tapi biar saja apapaun itu kelak akan aku baca ketika aku mulai lupa, lupa karena terlena oleh manis dunia, atau lupa oleh kepedihan ujian kehidupan.

Tapi sekarang, jauh setelah waktu aku pertama menulis aku mulai kangen dengan masa itu dan satu satunya tempat aku bisa kembali adalah di sini, blog yang menjadi teman bercerita dan tentu saja menyimpan cerita yang kadang bisa lupa kalau hanya disimpan dalam kepala. Perlahan aku mulai mencari tulisanku dahulu, kadang tersenyum ketika membaca kegembiraan dan terharu ketiuka membaca cerita kesedihan, apapun dulu itu pernah aku jalani tak ada penyesalan untuk hal yang telah berlalu meski jujur ketika menjalani hal yang menyedihkan akan sangat sulit untuk menerimanya, tapi perlahan hati bisa menerima kenyataan yang kadang tak sama dengan harapan, Waktu bisa menghapus luka.

Nah, sekarang apa kabarmu? Semoga tetap baik dan dalam lindungan yang Kuasa

Minggu, 29 November 2020

Catatan Rindu


Aku duduk menggigil, menahan dingin yang menusuk kulit namun tak jua bisa udara dingin seakan memaksa masuk dan menancapkan jarum di kulit. Namun jemariku tetap bergerak menulis menceritakan sedikit hal agar hati sedikit lega, tenanglah aku cuma sedikit sakit, hal semacam ini tak membuatku berhenti menulis, bukan karena aku juara menulis tapi jika tidak menulis aku tak bisa sejenak mengalihkan dari kegelisahan ini, kegelisahan yang mencengkeram hati sampai seekor singa pun menangis. 

Hujan rintik, membawakan aroma tanah yang harum, suaranya gemeritik mengenai atap galvalum rumahku, seakan menjadi lagu penghibur hati yang gelisah. Aku menghela nafas mencoba mengurangi sedikit sesak yang menghimpit, tapi masih saja sama tak ada yang berubah. Kenapa tidak kau ceritakan saja pada orang agar bebanmu berkurang? Tidak, aku memilih meniyimpan sendirian, siapa yang dapat menjamin mereka tak akan bercerita... 




 

Yang Terserak


Ada sesuatu di sana, jauh dalam sudut kerinduan hati yang tersera, pecah berhamburan menjadi keping-keping kecil ketika mendengar komentar yang seakan sangat mudah diucapkan, tanpa memikirkan wajah yang memerah cari saja wanita yang mau, jelek atau apapun yang penting segera menikah- duhai seperti itukah jodoh dalam pandanganmu, aku tersenyum tak menjawab apapun sambil mengalihkan pandangan menatap dedauan yang menari tertipu angin- mau menunggu sampai kapan? Kamu jangan pilah pilih nanti nggak akan menikah, saran seperti itu yang selalu aku dengar, aku cuma tersenyum menutupi hati yang kecewa, niat hati ingin duduk saja sambil menikmati udara sore, tapi apa mau dikata seorang yang dianggap dewasa dan mampu memberi solusi justru mengatakan itu sebelum aku sempat berbicara. 

Kamu itu sudah tua, menunggu apalagi? Aku masih tersenyum tak menanggapi, nun di depan sana bunga  kuncup seakan malu mendengar perkataan itu- Tapi aku sudah berusaha, Allah belum memberikan ? aku menjawab berharap dia akan diam- Kamu itu terlalu pemilih- aku sekali lagi diam lalu menatap punggungnya dari belakang, dia berlalu begitu saja seolah berkata dan pergi tampa hati..

Aku menunduk, menekuri sandal hitam milikku yang sedikit kotor oleh tanah, Allah apakah sekotor itu hatiku hingga kau masih belum mau memberikan satu saja untukku.... Jika suatu ketika kau beri, aku akan jaga baik-baik ya Allah. 

Jika saja aku bisa memillih pada siapa jatuh cinta pasti tak akan rumit, tak akan sulit- Tapi aku bisa apa, semua ini di luar kekuasaanku, kata ustadz cinta itu keterpaksaan bukan pilihan, kita tak bisa memilih pada siapa hati akan terpaut. Sekali lagi aku menunduk



 

Sepotong Harapan

 

Tulisan ini aku buat sebagai pengingat, bahwa sampai saat ini aku masih mempunyai harapan, Allah. Ketika semua orang meninggalkan, ketika semua orang tak bisa memberi bantuan, ketika semua orang tak peduli, ada Allah tempat berharap, ada Allah yang tak pernah meninggalkan, ada Allah yang bisa menolong, dan ada Allah yang selalu peduli. Ketika usaha membentur kemustahilan seperti saat ini, masih ada Allah yang baginya tak ada yang mustahil. Berusaha kemudian berharap pada Allah. Itu saja.

Saat ini aku belum tahu akan bagiamana, aku tak bisa membaca masa depan, cuma bisa berharap dan berdoa semoga Dia mengabulkan, kalau tidak kepadaNya kepada siapa lagi harus berharap, kepada siapa lagi harus meminta? 

Tapi keyakinan haru dipupuk dengan susah payah agar tumbuh lalu bertunas,iman seorang berbeda beda yang dapat dilakukan adalah terus dan terus berusaha, memupuk keyakinan padaNya sedikit demi sedikit, terus menerus karena pada hakikatnya kita tak bisa menjalani hidup tanpaNya.



 

Resah

 


Apakah yang dapat dilakukan ketika hati resah? Jalan-jalan, kebut-kebutan, shoping, nonton atau yang lain? Tiap orang punya jawaban yang berbeda, si A mungkin ini, si B mungkin itu, karena tiap orang itu berbeda. Demikian juga dengan aku dalam mencari jawaban atas segala keresahan yang ada, tentang hal yang membuat hati tidak tenang.

Tapi tahukah kamu kalau resah itu adanya di dalam hati? Aku yakin kamu tahu artinya, namun maknanya belum tentu semua tahu. Jika keresahan itu datang dari hati dibawa kemanapun sama saja cuma berpindah tempat saja, sementara keresahannya akan terus ada, karena pada dasarnya keresahan itu dari hati, dengan alasan berbeda tiap orang. 

Jika kamu tanya pada orang bagaimana cara mengatasi keresahan akan kamu jumpai jawaban yang berbeda ada yang mungkin jawabannya cocok denganmu ada juga yang tidak. 

Dahulu, aku sering melabuhkan lewat perjalanan, berkendara dengan sepeda motor menempuh jarak yang jauh, ke mana saja yang penting keresahan bisa hilang. Kadang sampai menyeberang Provinsi kalau suasana hati tidak bagus, kalau persoalan sudah demikian menghimpit maka jarak yang jauh bukanlah menjadi masalah, sepanjang jalan keresahan itu mengikuti, bahkan ketika tangan menarik gas penuh untuk mendapatkan kecepatan maksimal. Keresahan tidak terbang terbawa angin lewat 120 Km/ Jam.

Jujur saja saat resah kemampuan dalam bersepeda motor tinggal separuh, yang separuh lagi hilang untuk mencari solusi permasalahan, namun yang separuh itupun sudah bisa membawaku lintas provinsi. Apakah aman? Tentu saja tidak, apa jadinya kalau memacu motor tanpa akal sehat? Apa jadinya jika ada begal atau semacamnya, yah meski jujur kalau dalam kondisi pikiran resah hal semacam itu luput dari pertimbangan. Namun kadang kita perlu sedikit berpikir jernih, bagi kita mungkin tak masalah, tapi bagaimana dengan orang tua, tidakkah mereka khawatir? Jadi pikirkanlah.

Setelah perjalanan tidak memberikan solusi aku mencari jawaban lewat motivator, mendengarkan dengan baik dan mencobanya, sedikit berhasil awalnya kegelisahan dan keresahan sedikit hilang. Aku tak bermaksud mengatakan kalau motivator tidak memberikan solusi, tidak demikian. Awalnya perasaan tenang, tapi entah kenapa jauh di sana, di dalam hati ada sesuatu yang mengganjal, seakan ada yang kurang, tapi apa? 

Bertanya pada orang pun demikian, seperti yang aku katakan tadi, pada awalnya tenang, seakan persoalan hilang namun tak lama datang lagi karena memang pada dasarnya persoalan belum selesai, lalu bagaimana? jauh berjalan, jauh melewati perputaran waktu, bertahun tahun baru aku menemukan jawabannya, jawaban yang sesuai dengan hati, tak ada keraguan.

Aku seorang muslim, aku beragama Islam, lalu kenapa selama ini aku mencari jawaban ke mana mana ? Itu juga ada ceritanya. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba ada keinginan untuk mencari youtube dan membuka vidieo ceramah, aku menelusuri satu persatu, mencari yang sekiranya cocok, baik penyampaiannya atau yang disampaikan, lalu sampailah aku pada ceramah ustad yang berpenampilan nyentrik, beda dengan ustadz lain, dia tidak berkopiah tapi justru memakai kupluk, tapi apa yang disampaikan cocok sekali dihati, semua pertanyaan yang dulu membuat gelisah mendapatkan jawabannya oleh Allah. Agama. Semuanya ada dalam Islam, itu yang aku baru tahu belakangan, mungkin dulu aku terlalu jauh hingga Allah menegur untuk kembali. Aku kemudian mendengarkan banyak ceramah dari ustadz ini, Ustadz Hanan Attaki. Tentang keyakinan pada Allah, tentang doa, dan lain lain. Aku juga menemukan lagi ustadz dengan pemahaman Al Quran yang bagus, penyampaian tegas tanpa ragu, Ustadz Adi Hidayat.  Ustadz dengan penampilan sederhana tapi ilmu yang sangat bagus. 

Jadi selama ini aku ke mana? Entahlah.

Lalu apakah aku berhenti berkendara, tidak. Aku justru mendapat pemahaman baru tentang Islam, kita tetap bisa berkendara tapi kali ini bukan membawa keresahan, tapi berkendara sambil memahami kebesaran Allah, lewat pemandangan alam yang menakjubkan, Laut, Gunung, pantai yang membentang dan hal lain yang sudah pasti ada yang menciptakan, Allah. 

Pantai

 


Ombak itu berdebur, seakan mencoba memecahkan batu karang yang keras, kembali ke laut kemudian datang lagi dengan hempasan yang sama, selalu begitu entah sampai kapan. Lelaki itu duduk menatap laut, kemudian beralih pada beberapa orang yang berjalan atau bermain dengan pasir dan ombak, wajah mereka tersenyum bahagia, seakan tak pernah ada masalah dalam hidupnya. Ia tahu masalah akan ada selama kehidupan masih ada, selama seorang masih hidup selama itu akan ada masalah, dua hal yang tak dapat dipisahkan. Ia menyadarinya namun terkadang kelemahannya sebagai manusia masih melupakannya juga. Tapi ia selalu berusaha agar selalu ingat dengan hal itu. Masalah sebagai ujuan seorang agar bertambah kuat dalam mengarungi kehidupan di masa datang, meski kesadaran akan itu datang ketika masa sudah jauh terlampaui.

Ia bangkit dari duduknya, kemudian berjalan, kakinya memijak pasir yang lembut, sebagian masuk ke sela sepatu yang dikenakan. Angin laut membelai wajah, seperti belaian seorang ibu yang lembut pada anaknya. Ia sendirian, berjalan terus menyusri sepanjang pantai, mencoba memahami banyak kejadian tak terduga dalam hidupnya, mencoba menguak arti di baliknya, tapi tak pernah bisa. Segalanya masih menjadi rahasia, rahasia yang hanya Allah yang tahu, apakah yang ada di depan sana. 

Langkahnya terhenti, kakinya menginjak cangkang kerang, dipungutnya kemudian diamati, kosong. Ia tersenyum, ya kosong seperti hatinya saat ini, kekosongan yang membuatnya sering sekali bepergian. Tapi ia tak pernah menyalahkan takdir, ia percaya akan segala KemahaanNya. Dilemparnya cangkang itu ke laut sejauh yang bisa dilakukan, cangkang itu jatuh ke laut tapi tak seberapa jauh, meninggalkan percikan air yang kemudian hilang. Cangkang itu tak kelihatan lagi.

Lelaki itu duduk, mengambil bekal makananya, sebungkus nasi Padang dengan lauk ikan bakar berdoa,  sebelum menyantap makanan itu dengan penuh rasa syukur. Botol minuman dikeluarkan  dari dalam tas hitam yang selalu dia bawa, air mineral ukuran setengah liter, cukup untuk perjalannya kali ini, kalau kurang mungkin ia akan singgah ke kedai yang menjual kepala muda.