Kamis, 11 Desember 2014

Aku Ra Po Po,benarkah?

Pengen ketawa saat membaca salah satu status teman di fb yang mengatakan begini,meski kamu pergi dengan dia aku ra po po,benarkah ga apa apa atau justru sebaliknya?yakin nih beneran ra po po?iyalah aku kan setrong,setrong apaan ya? Oh maksudnya strong,bilang kek dari tadi,aku kan ga begitu ngeh dengan bahasa aneh itu.

Apapun yang kalian tulis terserah deh yang penting jangan menipu diri dengan mengatakan ra popo hanya diluar,tapi dalam hati menangis pilu,jujurlah pada diri sendiri jangan dengan alasan mengikuti ternd ra po po menjadikan kalian membohongi diri sendiri.Kalau dalam hati beneran rap popo sih tak apa apa.

Kenapa ya,akhir-akhir ini kok kata-kata aneh semakin banyak bermunculan dan menjadi trend di dunia maya,mana kata katanya tak ada bagus bagusnya lagi,bayangin saja ada kata kayak gini,ciyus,miapa,cemungut,cutez,cp ea atau seperti yang aku tulis diatas,setrong apa sih susahnya mengetik dengan benar,tidak sulit kan sebenarnya?

Atau ada lagi status kayak gini,sholat jum’at dulu biar ganteng,memang iya sholat jum’at bisa bikin ganteng?kalau dapat pahala sih iya,ayolah jangan ikut ikutan seperti itu lah,gunakan kata-yang baik dan tepat tak usah mengikuti mereka yang bikin tren tapi tak kreatif itu,kalau bikin tren bikinlah yang baik dan  bermanfaat,misalnya tren usaha bareng-bareng,tren membaca buku,jangan hanya mengikuti apa yang banyak orang lakukan saja.

Kembali ke topik ra po po diatas,ra po po adalah salah satu kata bahasa jawa,kalau diartikan ke dalam bahasa indonesia artinya,tak apa apa,entah bagaimana kata ini menyebar dan banyak digunakan oleh banyak orang,seakan kata ini menjadi sesuatu yang baru dan bernilai tinggi,padahal sebenarnya nilainya sama dengan kata yang lain hanya mungkin karena dipopulerkan oleh orang terkenal jadinya seakan akan menjadi sesuatu yang lain.

Nah,marilah kita menjadi orang yang cerdas,tak sekedar mengikuti tren yang berkembang tanpa dipilah mana yang benar dan mana yang salah,sekian semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar