Rabu, 07 Mei 2014

Antara Merantau Dan Kampung Halaman

Entah kenapa pikiran kreatif itu datang ketika jauh dari rumah,jauh dari rasa nyaman,pada saat keadaan membuat kita terpaksa mandiri barulah ide ide brilian bermunculan,yah setidaknya itu yang aku rasakan.

Hidup merantau pada awalnya sungguh terasa berat,baru juga satu minggu tapi kok rasanya lama sekali ya,yang ada dalam fikiran hanya kampung halaman dan ayah bunda,mmm serta kekasih kalau ada hehe..

Mendapatkan pekerjaan karena kita butuh,bukan karena suka sungguh tidak enak,bekerja seperti penuh tekanan,hanya menjalani saja tanpa ada penjiwaan hambar seperti sayur tanpa garam,ingin rasanya berhenti saja dan pulang kekampung halaman tapi malu rasanya kalau pulang tanpa membawa uang,pulang boleh tapi harus bawa oleh oleh untuk sanak kerabat,begitulah yang orang katakan,dan nyatanya memang rata rata seperti itu.

Jadinya apa?UUD ujung ujungnya duit,kerja hanya untuk uang,akhirnya menjadi egois dan beragam cara tidak baik ditempuh agar pudi pundi bertambah tebal,tapi tentu saja tidak semua orang masih ada orang yang baik dan mencari uang dengan cara yang baik,yang penting halal.

Sejujurnya hidup enak itu ya didesa,keramahan orangnya dan keindahan alamnya selalu bisa menentramkan hati,sayangnya didesa kurang bisa mendatangkan banyak uang,kalau hanya untuk dimakan sih lebih dari cukup tapi untuk ditabung?sulit apalagi kalau sudah musim pesta pernikahan,jangan tanya deh berapa besarnya,biasanya tigapuluh ribu,nah tinggal kalikan dengan jumlah undangan yang didapat,kalau duapuluh berart enam ratus ribu,cuma enam ratus?itu termasuk besar sob untuk ukuran desa,soalnya pendapatan orang desa tidak banyak,mau banyak darimana lha wong harga pupuk dan obat obatan mahal sementara harga padi ga bisa naik.

Kembali kepembahasan awal ya,kalau aku pikir pikir pemuda desaku kok hampir semuanya merantau ya?jangan jangan ini penyebab desa tidak maju maju,kamu muda yang tenaga dan fikirannya lebih segar meninggalkan kampung halaman dan pergi keluar daerah meninggalkan orang orang tua dan anak anak kecil dirumah,kaum muda yang harusnya membuat usaha didesa beralih profesi menjadi pedagang yang bertebaran di pulau lain.

Sawah dan ladang digarap seadanya karena tak ada pemuda cerdas yang mau berpayah payah memajukan desanya,akhirnya desa jadi makin ketinggalan dengan kota,eh ini hanya pendapatku lho ya,pendapat orang desa dari ujung timur wonogiri yang kata teman temanku saking jauhnya dinamakan alengko dirojo,ono ono wae.


Yo wis lah,ini saja tulisanku hari ini ga bisa banyak bercerita aku soalnya ceritaku akan aku simpan untuk temanku yang sedang duduk meratapi nasib ditolak cewek dua puluh kali haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar