Minggu, 18 Mei 2014

Bukan Salah Mereka Yang Berpakaian Kusut

Jaman sekarang orang lebih dinilai dari penampilan fisik,entah kenapa kok bisa begitu,banyak orang berfikir kalau orang baik itu identik dengan penampilan yang bersih dan rapi,ganteng,cantik dan sebagainya dan orang jelek itu yang penampilannya kumuh,kusut,orangnya jelek,tidak cantik dan semacamnya.Aku pernah mencoba berbelanja dengan pakaian yang apa adanya,kusut dan kucel tahu tidak apa reaksi warung makan nasi uduk itu?tidak segera dilayani,setelah bilang kalau mau membeli baru pelayannya menoleh itupun dengan muka masam tapi kalau aku memakai pakaian yang bersih dan rapi buru buru dilayani,padahal Cuma mau membeli es jeruk saja.

Kita memang semestinya berpakaian bersih dan rapi,tapi bagaimana dengan mereka yang kebetulan tidak mendapatkan kesempatan berpakaian rapi,misalnya pekerja bangunan yang buru buru mau cari makan atau rokok,pekerja galian kabel telepon yang hendak makan siang,pedagang yang seharian berjualan dan lain lain apakah sudah seharusnya mereka diacuhkan dalam pelayanan,bukankah seharusnya sesama pembeli mendapat hak yang sama?atau jangan jangan kalian berpendapat begini,kalau tidak mau mendapat pelayanan yang buruk ya berpakaian rapi dan wangi dong,ayolah sobat,buka matamu dan lihatlah sekeliling,tukang bangunan,pekerja galian kabel,pedagang yang seharian memakai busana rapi dan perlente itu hanya ada dalam film dan sinetron itu,kenyataannya tidak seperti itu,bagaimana mungkn seharian berpanas panas keliling dan pakaian tetap bersih?

Tidak semua beruntung mendapat pekerjaan yang bagus diruangan ber ac dan pekerjaan lainnya yang dalam berpenampilan rapi dan wangi,ada juga yang harus seperti itu,bukan karena mereka tidak mau berpenampilan rapi,tapi jenis pekerjaan yang mengharuskan berkutat dengan tanah,lumpur,batu lah yang tidak memungkinkan,sudah semestinya mereka mendapatkan perlakuan yang wajar,bukan tatapan penuh curiga karena curiga tak sanggup bayar.


Saya yakin tidak semua pedagang bersikap demikian,masih ada juga yang bener bener jujur dan baik yang bisa menempatkan diri sebagaimana layaknya manusia yang berbudi pekerti.

2 komentar:

Silakan Berkomentar