Jumat, 04 April 2014

Antara Sahabat Dan Uang

Aku ingin menuliskan kegelisahanku sobat,maafkan kalau terdengar cengeng dan tidak menarik ya.Aku mempunyai banyak teman yang baik saat kecil,aku masih ingat dengan jelas keakraban kami,tawa canda semuanya berjalan hangat tanpa dibuat buat,rasanya bahagia sekali meski hanya sekedar berkumpul dengan mereka.

Tak ada yang ingin sok atau yang lain,semuanya ingin mebaur dan bekerja sama,sungguh keindahan persahabatan masa kecil yang indah,aku bersyukur pernah mengalaminya.Senyum tulus meski dari gigi yang ompong sangat menawan,jauh lebih berkesan dari pada senyum manis dari deretan gigi putih rapi namun menyimpan maksud tersembunyi.

Saat itu bahagia adalah sesuatu yang sangat mudah didapatkan,tak perlu mengeluarkan banyak uang atau pergi rekreasi ke tempat yang jauh dan indah untuk hanya untuk mendapatkannya,cukup berkumpul dengan teman yang baik,itu sudah cukup membuatku bahagia,Kalau seandainya bisa aku ingin memohon agar aku selamanya menjadi anak anak diantara teman baik yang benar benar ikhlas berteman tanpa ada maksud lain,hanya berteman,saling menjaga dan membantu.

Namun,itu tak mungkin,perjalanan waktu adalah hal yang mustahil dihentikan.ia akan terus berjalan terus sampai allah berkehendak lain.Betapa manisnya suatu masa pasti akan terlewat juga,yang kita bisa hanya melakukan yang terbaik,menciptakan kenangan indah yang tak akan disesali dikemudian hari.Aku kadang suka sedih melihat bagaimana teman yang dulu  baik perlahan mulai menjadi lain,entah mereka ingin berubah atau keadaan yang membuat demikian atau mungkin juga uang lah yang mengubahnya,membuat menjadi tinggi hati,aku tak tahu.

Bagaimana mungkin sosok yang dahulu baik dan sopan pada orang yang lebih tua sekarang menjadi sombong acuh,tak ada lagi etika pada orang yang lebih dewasa unggah ungguh dan tata krama yang seharusnya masih dipergunakan kini dibuang begitu saja,uang seakan sudah menjadi simbol kehormatan dan kewibawaan.

Kenapa bisa begitu aku sendiri juga tidak tahu,padahal menurut guru ngajiki dulu dunia itu seharusnya ditanganku,bukan dihatiku namun entah kenapa banyak orang yang menaruh dihatinya.

Mudah mudahan masih akan aku jumpai sosok sahabat yang benar benar tulus dalam berteman hingga kalau kerinduan itu hadir aku cukup datang menemuinya,aku hanya bisa mencari dan berdoa karena satu sahabat yang baik akan lebih berarti dari banyaknya harta.Persahabatan yang tulus tak akan bisa dibeli dengan uang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar