Selasa, 15 April 2014

Cerita Tentang Rumah Pohonku

Halo sobat,ketemu lagi ya semoga kalian tidak bosan memaca ceritaku.

Kali ini aku akan menceritakan tentang rumah pohonku ketika kecil dahulu,aku tertarik membuat rumah pohon setelah membaca buku  yang menceritakan seorang anak laki laki sedang belajar diatas rumah pohon,sepertinya menyenangkan,aku sungguh pengen hanya saja aku tak bisa membuatnya,ini bukan rumah pohon berbiaya mahal seperti yang kalian baca dalam sebuah majalah atau kalian lihat ditelevisi,namun rumah pohon sederhana seperti yang kalian lihat di film kiamat sudah dekat,tempat fandy membawa teropong untuk melihat orang yang dicintainy,sarah.Ini bukan mereview film itu,namun sebatas memberikan gambaran rumah pohonku.

Nah,ketika aku sedang main kerumah teman kecilku,Sukiyo,aku melihat ada rumah pohon,wow aku langsung terkesima dan mulailah aku menanyakan banyak hal seputar rumah pohon,siapa yang membuatnya,lama pengerjaanya berapa orang yang membuatnya,temanku menjawab kalau rumah pohon itu dikerjakannya berdua dengan adiknya,Supar dan pengerjaannya sekitar setengah hari..aku menatap rumah pohon diantara lebatnya mangga yang kebetulan berbuah,alangkah menyenangkannya kalau membuat rujak disana,tinggal membawa sambal dan mangganya cukup dijangkau dengan tangan.

Sukiyo seperti tahu apa yang aku inginkan dia mengajak naik keatas rumah pohon,kami bertigapun naik kesana,angin semilir langsung menyapa saat kami ada diatas,sesaat aku merasa menjadi prajurit yang bertugas mengawasi kalau ada musuh yang datang,cukup lama kami berada diatas sana,rasanya menyenangkan hingga tak terasa sorepun menjelang,aku bertanya pada temanku dapatkah ia membantuku membuat rumah pohon?aku menlocat kegirangan saat ia menyanggupi bersama adiknya supar.

Akupun pulang dengan perasaan senang,dalam bayangkanku kan ada banyak hal yang bisa aku kerjakan diatas rumah pohon,bikin rujak,belajar,dan tidur siang,malamnya aku sulit memejamkan mata saking senangnya.esoknya temanku menepati janjinya mereka datang pagi pagi,aku menunjukkan pohon jambu yang aku inginkan dipasangi rumah pohon,hanya sayang tempatnya dibelakang rumah ,tak ada pemandangan yang bagus, hanya hutan bambu kecil dan pohon jeruk saja,kalau saja dekat jalan pasti lebih menyenangkan.teman ku mengangguk dan mulailah pengerjaan rumah bamb dimulai.

Langkah pertama kami pergi kehutan bambu didekat rumah  kemudian memilih batang bambu yang tua,kalau sudah tinggal ditebang menggunakan parang,kami memotongnya menjadi ukuran yang pendeka agar mudah dibawa,setelah dirasa cukup kami beriringan membawanya kedekat pohon jambu itu.

Ternyata butuh kerja sama dalam membuatnya bambu itu harus dinaikkan kepohon,satu orang ada diatas sementara yang lainnya mengangsurkan dari bawah,aku kebagian jatah dibawah.Kami membawa gergaji palu dan paku naik,agar tidak repot kami masukkan saja kedalam tas.selanjutnya proses pengerjaannya temankulah yang melakukannya aku hanya memegangi bambu atau memberikan paku kalau diminta,dengan tangan terampil sukiyo mengerjakan rumah pohon itu,sambil sesekali meminta adiknya memotong bambu hang dirasa terlalu panjang.

Menjelang siang hari pekerjaan kami selesai tinggal mebersihkan sisa bambu saja,bentuknya seperti yang saya ceritakan diatas,tak bisa terlukiskan kegembiaanku waktu itu,pokoknya seneng sekali..sambil berterimakasih berulang ulang pada temanku aku memandangi rumah pohon itu,rumah pohonku.

Sekarang waktunya makan siang sebelum mereka pulang,ibuku hari ini memasak ikan mujahir goreng dengan sambal terasi,aku mengajak mereka makan dirumah pohon,kami makan sambil bercerita tentang banyak hal yang biasa kami kerjakan sehari hari,dari mulai bermain gledekan,egrang,kelereng,paton,dan lain lain,setelah puas bercakap cakap temankupun berpamitan pulang,sekali lagi aku mengucapkan terimakasih,setelah mereka pulang aku duduk bersantai diteras sambil merencanakan apa yang akan aku kerjakan besuk dirumah pohon.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar