Rabu, 23 April 2014

Kenapa Aku Menyukai Cerita Silat?

Entah mengapa aku menyukai cerita kepahlawanan,baik yang berupa buku atau tontonan semuanya menarik bagiku,entah itu cerita silat,sejarah atau yang lainnya selalu menarik,yang sering aku baca waktu kecil adalah cersil Wiro Sableng yang bertualang dalam rimba persilatan menumpas kejahatan,kapak naga geni 212 dan pukulan sinar matahari menjadi momok yang menakutkan bagi orang jahat,siapapun dia meski tampan,cantik,kaya,punya jabatan kalau dia orang jahat Wiro tak segan segan untuk melawannya,tujuannya jelas menegakkan kebenaran dan membela orang lemah dari kejahatan dan penindasan,sosoknya yang lucu menjadi nila tambah yang membuat orang ingin membaca kelanjutannya.

Kemudian ada Pendekar Rajawali Sakti,kalau yang ini lebih hebat lagi,Rangga seorang raja dari Kerajaan Karang Setra tidak betah di istana dan memilih berkelana menumpas kejahatan,meski kadang ia melakukan juga pekerjaannya sebagai seorang raja.Rangga juga mempunyai senjata andalan,pedang dengan gagang berbentuk kepala burung rajawali dan kalau dicabut memancarkan cahaya biru,ajian andalannya adalah Cakra Buana Sukma,hanya saja serial ini tidak ada versi filmnya seperti halnya Wiro Sableng,jalan ceritanya sederhana dengan alur yang cepat,sangat mudah menebak kemana arah ceritanya.

Lalu apalagi ya?hmm iya aku ingat aku membaca karya Khoo Ping Hoo juga,dari bukeksiansu,suling emas,mutiara hitam,istana pulau es,pendekar bongkok,kalau yang ini ceritanya bagus dan sangat panjang ceritanya,alurnya lambat jadi siapkan waktu yang banyak kalau ingin membacanya,yang lain adalagi kalau yang ini pernah dibuat versi filmnya,judulnya return of the condor heroes,ingat dengan yoko dan bibik lung khan?hayo ngakuJ malah sebagian mungkin masih hafal dengan lagu openingnya yang dinyanyikan oleh mayang sari itu.

Nah,dalam pengembaraanku didunia maya aku juga menemukan karya SH Mintardja,lewat api dibukit menoreh yang sangat banyak episodenya itu,hampir mencapai seribu,terus ada serial arya manggada,api dibukit menoreh,mata air dibayangan bukit,suramnya bayang bayang,kembang kecubung,tanah warisan,naga sasra sabuk inten,dan apalagi ya?lupa aku oh iya ada juga istana yang suram,eh iya aku juga pernah baca cersil bende mataram yang kalau aku tidak salah jalan ceritanya mirip dengan Golok pembunuh naga.

Bagi kawan kawan yang sudah pernah membaca keduanya pasti tahu kemiripannya,membaca karya SH Mintardja yang sebanyak itu mau tidak mau heran juga kok bisa ya membuat cerita sebanyak itu dengan alur yang lambat dan terjaga baik,dengan mesin tik kuno lagi,yang kalau salah harus diketik ulang,tak kebayang deh capeknya ditambah bunyi khasnya kalau digunakan,klek klek klek,sreeeet..


Kalau pahlawan sungguhan aku pernah juga membaca dari buku sejarah,yang ini tidak usah aku sebutkan kalian pasti sudah tahu,bagi yang tidak tahu mungkin pas pelajaran sejarah melarikan diri atau ijin kekamar mandi padahal sebenarnya kekantin membeli nasiJ,kalau pahlawan asli ini aku memberikan penghargaan yang tinggi,soalnya ini nyata kawan,mereka tidak hanya berkoar koar saja tapi memberikan bukti nyata dengan pengorbanan,entah dengan harta maupun nyawa,selain yang di tulis dibuku pasti masih banyak jutaan pahlawan lagi di bumi pertiwi ini,kita harus bangga dengan mereka dan ingat harus menghargai jasa jasa mereka dengan mengisi apa yang mereka perjuangan dengan hal yang bermanfaat ya.Jangan lupaJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar