Rabu, 02 April 2014

Pengalaman Gagal Beternak Ayam

Apa yang aakan aku ceritakan ya hari ini,sebentar aku pikirkan dulu,mmmm,tentang usahaku yang gagal atau tentang kerinduan pada sahabat sejati ya? Baiklah sepertinya aku akan menceritakan usahaku yang gagal dahulu saja deh,sepertinya ini yang paling aku ingat dengan jelas.

Dulu waktu aku masih bekerja di bengkel sepeda motor aku ingin mendapatkan peghasilan tambahan dengan usaha,tapi usaha apa ya yang akan aku pilih?bayak sih pilihannya ada jamur tiram,budidaya lele dumbo,nila,dan menanam cabe namun pilihan yang diambil ternyata adalah beternak ayam,jangan berfikir aku beternak dengan modal puluhan atau ratusan juta ya..ini beternak coba coba judulnya,namun dengan keyakinan tinggi,eh bukan keyakinan ketinggian maksudnya.

Yang ada dalam fikiranku adalah memelihara ayam kemudian satu bulan setengan atau dua bulan sudah siap dijual,aku mulai menghitung jumlah ayam,pakan terus kira kira berapa keuntungannya,aku membaca dari internet tentang perkiraan pakan dan lain lain,hmm kayaknya hasilnya lumayan,nah berbekal pengetahuan apa adanya dimulailah usaha ini..mohon maaf ya aku tidak mencantumkan jumlah dalam nominal karena aku lupa berapa berapanya.

Yang aku ingat dulu ayam nya harganya sepulu ribu dapat tiga,berhubung uangnya terbatas aku memelihara lima belas ayam saja,dengan total lima piluh ribu rupiah saja,murah to?aku sudah senyum senyum kalau harga ayam satu ekor tiga puluh ribu maka kelak aku akan mengantongi uang empat ratus lima puluh ribu dipotong pakan,untuk kandang tidak usah dihitung karena sudah ada lampu dan kabel pun tersedia.

Awalnya sih ok ok saja tak ada masalah,ayamnya kecil kecil dan imut lagi makannya juga sedikit jadi tak terlalu memberatkan kantong,tiap sore aku liatin mulu berharap si ayam tiba tiba langsung besar dan siap jual hehe ngarep banget,sabar ya usaha itu tak semudah yang ditulis dibuku,bukan bermaksud menyalahkan buku lho ya,hanya memang teori dan praktek seringkali berbeda.

Nah kemudian terjadilah ujian pertama,hario pertama aman ayam masih lengkap dan imut eh sehat maksudnya,hari kedua fine ga ada masalah,hari ketiga,mati tiga ekor hmmm bingung juga kok bisa mati,perasaan kemarin sehat sehat saja,usut punya usut ternyata si ayam ini kedinginan terus koit deh,ssst ayam potong ga tahan dingin ternyata,baru tahu aku.Memasuki hari keempat mati lagi dua keinjak kawannya,entah bagaimana polah kumpulan ayam itu hingga main injak saja,jadilah ayam tercintaku tinggal sepuluh,yang ini harus aku jaga baik baik nih tak boleh ada yang terkapar binasa lagi.

Lampu aku tambahkan,tanpa memikirkan pajak yang pasti naik saking semangatnya,dan satu minggu kemudian ayamku sudah bertambah besar,aku bisa tersenyum lega,memasuki minggu kedua ayamku ternyata pertumbuhannya tidak merata ada yang sudah besar ada yang masih kuntet,aku jadi berfikir jangan jangan nih ayam ayam cebol,jadi ga mau besar,garuk garuk kepala sambil berfikir namun tak tahu juga kenap a bisa gitu.

Minggu ketiga mati empat ayamku!aduh bingung nih ga tahu kenapa,dikasuh makan cukup udah,eh iya minggu kedua dan ketiga jumlah pakannya pun bertambah banyak lho aku jadi mikir apa iya nanti aku mendapat keuntungan,dengan sisa enam ayam ini akhirnya semangatnya patah sudah dannnn....ayam ayam itupun dilepaskan kealam bebas bersama ayam kampung ibuku,aku berharap mereka mencari makan sendiri di sekitar rumah kan udah pada gede,tapiii...rupanya ayam ini manja sekali mereka lebih senang bergerombol didekat kandang daripada berkeliaran mencari makan,aku jadi bingung bagaimana menangani ayam ini,kadang untuk makan ayam ini aku ambilkan saja dari gudang,namun apa hendak dikata aku dimarahi ibuku karena memberi makan ayamku dengan beras yang harusnya dimasak,hmm jadi bagaimana?

Yah,mau bagaimana lagi terpaksalah ayam ayam ini dijadikan ayam goreng dan dimakan bersama keluargaku,tapiiiii ada tapinya lagi sobat,rupanya si ayam ini setelah dibuang bulunya dagingnya sedikit sekali jadilah enam ekor ayam itu seperti enam ekor burung dara,daging sedikit tulang banyak iya.
Kesimpulannya apa nih?kesimpulannya kalau mau usaha tanya deh sama akhlinya yang udah duluan sukses biar tahu bagaimana cara memelihara ayam yang bener,baru boleh deh mulai usaha,begitulah cerita hari ini sobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar