Selasa, 29 April 2014

Hari Ini Engkau Menikah

Hari ini engkau menikah.Banyak sekali tamu undangan yang dating.Para sinoman mondar mandir membawakan hidangan alangkah sibuknya mereka,ah dulu aku juga seperti mereka sibuk melayani tamu yang dating.Seramai apapun aku bisa tersenyum karena disana ada kamu diantara sinoman putri,begitu cantik meski kadang tersenyum malu saat temanmu menggoda,aku selalu memperhatikantiap ada kesempatan,mencuri curi pandang saat kamu lengah dan menunduk ketika ketahuan olehmu.Meski banyak remaja putri yang lain namun bagiku kamulah yang paling cantik dan manis.

Entah kenapa aku merasa cemburu ketika salah seorang temanku mendekatimu,aku benci melihatmu tersenyum padanya benci pada temanku yang berani menggodamu,padahal kamu bukan siapa siapaku,bahkan mungkin kamu tidak mengenalku,walau aku tahu segalanya tentangmu.Aku buru buru berpaling dan menjauh saat kamu menoleh padaku,lebih baik aku tidak melihatmu berduaan daripada hatiku membara.

Tapi tidak bisa jauh,aku mengintip dari sela sela kesibukanku membawakan minuman,saat aku lirik kearah kalian aku agak heran,dari raut wajahmu aku tahu kalau kamu tidak suka berbicara dengan temanku,entah kenapa.meski kamu tersenyum aku bisa melihat kalau kamu merasa tidak nyaman,berulangkali meremas saputangan atau dan menoleh kearah lain,aku mendesah lega saat temanku meninggalkanmu,sepertinya dia tahu dari ekspresimu kalau kau tidak suka dekat dengannya.

Aku kemudian mendekatimu ingin rasanya mengajakmu bercakap cakap,dan menanyakan sesuatu padamu sudah punya pacarkah dirimu?ketika aku duduk disampingmu entah mengapa bibirku kelu,kata yang sudah aku susun dalam benakku hilang tercerai berai,aku hanya diam dengan jantung yang berdebaran sambil menoleh kearahmu,saat kutatap bola mata yang jernih dengan alis yang melengkung indah,senyum yang manis dan ramah tak ada kata yang mampu aku ucapkan,bibirku seolah membeku tak mampu bersuara.

Alangkah cantiknya dirimu kalau dari dekat,aku duduk diam menikmati saat dekat denganmu tak ada kata,masing masing hanya diam,dan ketika aku melirik kearahmu entah mengapa kamu tersenyum,aku juga ikut tersenyum,ingin rasanya lebih lama duduk didekatmu.Satu jam dan bahkan lebih lama lagi aku pasti mau,tidak hanya sepuluh menit karena salah seorang kawanku menanggil untuk membantu menyiapkan nasi yang akan dihidangkan.

Aku beranjak dengan perasaan enggan,aku masih sempat menoleh kearahmu dan melihatmu mengangguk,dan sekali lagi tersenyum,senyum termanis yang pernah kulihat darimu.

Semenjak itu kita terpisah,aku harus pindah tempat karena aku sudah menamatkan sekolahku disebuah STM,ingin rasanya mengulang satu tahun agar aku bisa mengenalmu lebih jauh,tak cuma pertemuan pertemuan sekilas dalam acara karang taruna.

Alangkah beratnya meninggalkanmu,tak akan aku jumpai lagi sosokmu yang demikian menawan hati.

Duhai waktu kenapa kau berjalan demikian cepat,tak bisakah kau tunda sejenak agar sempatku ucapkan kata perpisahan padanya,aku ingin mengatakan padanya kalau aku bahagia didekatnya,aku sayang padanya,aku sudah berusaha menjumpainya,setengah hari aku menunggu didepan sekolahnya tapi ternyata engkau tidak masuk.Aku ingin memberikan hadiah padamu,agar kau ingat kalau ada seseorang yang menaruh hati padamu,tapi ternyata kamu tidak masuk sementara aku harus pulang hari itu juga.

Dengan perasaan yang menyesak,aku genggam erat erat hadiah itu,sambil memandangi fotomu yang aku ambil dari dokumentasi karang taruna.Bus perlahan membawaku pulang ke kampung halaman tercinta,seindah apapun tanah kelahiranku tapi disana tidak ada dirimu..

Dan kini aku ada disini,dipesta pernikahanmu,aku baru tahu kemarin saat aku kembali ke desa ini bermaksud mencari tahu kabarmu yang selama dua belas tahun ini tak pernah mampu aku lupakan,namun yang aku dengar justru kabar kalau engkau akan menikah.

Sejenak dunia seakan berhenti berputar,aku terkejut tak pernah mengira kalau akan mendengar berita ini pada saat aku mengharapkan pertemuan denganmu,tapi aku akan hadir dipesta pernikahanmu,aku ingin melihat mu untuk terakhir kalinya.

Nun didepan sana kamu kelihatan semakin matang dan cantik,kalau dahulu baru serupa bunga yang hendak mekar,sekarang telah menjadi bunga sempurna yang sangat indah,aku terpana menatapmu,alangkah bahagianya dia yang mampu menyunting bidadari sepertimu,kalau saja itu aku.Kalau saja aku tidak terlambat,ku genggam erat hadiah yang dulu hendak aku berikan padamu.

Aku menatapmu sekali lagi..dan berharap ini hanya mimpi tapi harapanku sia sia, aku ingin mengatakan sesuatu padamu dan memberikan hadiah yang tak sempat aku berikan,aku berjalan menghampirimu ikut dalam barisan orang yang hendak mengucapkan selamat,saat giliranku telah tiba aku memandangimu lekat lekat,mencoba memahat wajahmu dalam ingatanku,aku menunduk sungguh ini tak pantas,engkau sudah menjadi milik orang.


Aku mengucapkan selamat padamu,menangkupkan dua tangan didepan,kamu tersenyum dan mengucapkan terimakasih aku sudah mau datang,aku tersenyum dan segera menyalami suamimu,alangkah gagahnya dia sungguh serasi denganmu,aku menyalaminya erat erat sambil berpesan agar menjagamu baik baik,bidadari yang dulu pernah aku cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar