Sabtu, 19 April 2014

Haruskan Menjadi Pengecut?

Tak hendak lagi aku berlari dan menghindar dari masalah yang datang,aku sudah bosan dengan kenyamanan sesaat itu,semakin aku menghindar semakin banyak beban yang aku tanggung,rasa bersalah dan ketakutan kalau kalau akan menghadapi masalah yang sama suatu saat selalu saja menghantuiku,tiap waktu.

Aku benci dengan diriku dan kepengecutanku,tak pernah aku dapatkan ketenangan,sudah cukup aku menghindar sudah cukup aku melarikan diri,semua itu hanya membatku menjadi manusia yang tak dihargai,tak menjadi siapa siapa,aku sudah leleh bergantung pada seseorang,aku ingin mandiri den lepas dari semua ini,aku tak peduli kalau jalan yang aku tempuh tidak mudah,aku hanya ingin menjadi berani dalam menghadapi tiap masalah yang datang.

Aku memang bodoh yang membiarkan semua itu berjalan begitu lama,kini semua orang memandangku dengan sebelah mata,si cengeng dan si pemalas dua hal yang sering disematkan padaku,aku akui dulu aku begitu namun kini aku sudah menancapkan tekat dalam hati,aku akan menendang kepengecutan itu jauh jauh,akan aku singkirkan kecengengan dan kemalasan itu dari jalanku meski aku tahu tak akan mudah,aku akan mengisi hariku dengan keberanian tentu saja tidak dengan asal berani tanpa memikirkan akibatnya,tapi berani yang bijak yang tahu kapan harus berani dan kapan harus bersabar.

Wahai masalah,silahkan engkau datang aku akan tegak disini tanpa berpaling,akan aku hadapi engkau dengan gagah berani seperti layaknya laki laki sejati,aku tahu tak ada yang tak pernah menghadapimu,engkau tak terelakkan tapi aku tak takut,datanglah dan akan aku hadapi dengan dua ilmuku keberanian dan kesabaran,jangan cap aku dengan pengecut lagi karena itu hanya akan membuatmu malu,aku juga tak akan menghindarimu meski dengan itu kelihatan lebih nyaman.

Selamat tinggal kepengecutanku,aku memang pernah mengalami masa yang seolah manis padahal sepahit empedu,aku tak perlu melupakanmu akan aku jadikan pelajaran yang berharga dalam hidupku bahwa bersamamu hanya akan merusk hidupku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar