Rabu, 26 Maret 2014

Anak Wonogiren!

Saat sedang enak enak naik motor tak sengaja melihat stiker yang ditempel di motor bagian belakang,melirik sejenak dan tersenyum,wah ini anak daerahku,kataku dalam hati,stiker itu mungkin tak akan berarti apa apa kalau aku melihatnya di Wonogiri namun,diperantauan stiker itu memberi kesan tersendiri

Stiker itu bulat latar belakang putih dengan tulisan melingkar,cah wonogiren..melihat stiker itu tiba tiba ada rasa kangen pada wonogiri,meski tak mengenal siapa namanya tapi kalau sudah tahu kalau berasal dari Wonogiri serasa bertemu saudara sendiri,seperti itulah biasanya para perantau

Kalau kebetulan ketemu yang ditanyakan pasti begini

Jawanya mana mas?

Solo

Solonya mana?

Wonogiri

Wonogirinya mana?

Jatipurno?

Lho saya juga dari Jatipurno,Jatipurnonya mana?

Ngernak,Kembang,Jatipurno,RT..RW...(agak jengkel karena kayak diinterogasi)

Oh,saya Slogoretno mas,masih tetangga ya ternyata

Dialognya rata rata seperti itu kalau ketemu.Memang banyak perantau yang dari jawa,mungkin karena dijawa susah mencari pekerjaaan jadi terpaksa bekerja jauh dari kampung halaman.banyak orang mengira merantau itu enak,tinggal pergi jauh dari rumah pulang pulang banyak uang namun tidak begitu,kenyataannya para perantau yang pemberani ini harus berjuang dari bawah agar bisa mendapatkan penghasilan ,kadang usaha yang dirintis tidak selalu berjalan mulus kesulitan diawal adalah hal biasa,ada yang usahanya berjalan dengan baik ada juga yang gagal ditengah jalan karena kurang sabar.

Biasanya mereka pulang satu tahun sekali kalau uang yang dikumpulkan sudah cukup banyak,sebagian uangnya dibelikan tiket,disimpan,sebagian lagi untuk beli oleh oleh dan  tak lupa meyisihkan sebagian untuk keponakan sebagai uang jajan lebaran.

Satu tahun adalah waktu yang berat apalagi bagi yang baru pertama merantau,meninggalkan keluarga yang dicintai di Wonogiri.Waktu berjalan terasa sangat lambat,tiap malam fikiran mengembara ke kampung halaman nun jauh di Wonogiri sana.

Bagaiamanapun bagi mereka dan aku sendiri,Wonogiri akan selalu menjadi tempat yang dirindukan,dicintai sebagai tempat yang nyaman meski terletak di pegunungan dengan jalanan yang curam namun semua itu tak mengurangi perasaan kangen pada Desa tercinta.


Buat anak wonogiren tetep semangat,jangan malu bekerja apapun asal halal,malulah kalau sudah dewasa masih menjadi beban:-)

2 komentar:

  1. Iya Mbak Pipit.Entah kenapa kalau ketemu kawan dari jawa pertanyaanya itu,mungkin sudah pada janjian:-)

    BalasHapus

Silakan Berkomentar