Jumat, 28 Maret 2014

Jangan Salahkan si Jaman

Ini  kan memang jamannya kayak gini,jaman edan jadi kalau tidak ikut edan akan ditindas dan tak akan kebagian,benarkah demikian?

Hmm mari kita bahas apakah memang semua ini salah jaman,padahal setahuku Jaman putra Pak Karmin itu anaknya baik masa dia disalahkan sih..kok tega amat.Kenapa ya sekarang kok kalau ada yang aneh,kalau ada yang tak wajar dalam masyarakat seringkali bilang,memang sudah jamannya gini,memang sudah jamannya gitu,bukankah jaman ini tidak termasuk makhluk bernyawa yang bisa melakukan kesalahan.

Kalau kita mau berlapang dada,bukan jaman yang harus disalahkan,tapi manusia yang hidup di jaman ini,manusianya yang sebenarnya salah,semuanya karena andil kita bersama.Jangan sembarangan ya Mas,tak semua masih banyak kok manusia yang baik yang tetap konsisten dalam kebaikan..

Memang benar masih banyak manusia yang baik,hanya kadang menyembunyikan kebaikannya,dan tak mau peduli pada lingkungannya,yang penting aku baik dan tidak menganggu orang namun apakah baik yang seperti itu cukup?

Kita mungkin harus sedikit berkorban agar masyarakat kita bisa lebih baik,kalau semua hanya meniatkan tanpa ada yang berbuat apakah bisa mengubah sesuatu?,namun jika semua berbuat meski sedikit akan mengawali perubahan yang besar,kearah kebaikan tentunya.

Bagaimana mengawalinya?

Pekalah pada keadaan lingkungan,seringkali kita jumpai didalam bus atau dimanapun kalau ada preman bertato atau mengaku keluar dari penjara memalak uang pada seseorang,penumpang yang lain hanya diam saja pura pura tidak tahu,ada yang berpura pura tidur,pura pura sms,dan alasan lainnya,jadilah penjahat itu berbuat seenaknya,karena tak merasa tak ada yang berani pada mereka padahal penjahatnya hanya satu atau dua sementara penumpang bus puluhan..

Akhirnya apa?

Penumpang yang dipalak ini menyimpan dendam,dan untuk memnlbalasnya ia juga akan diam saja kalau ada penumpang lain yang kena palak,bayangkan jika dalam satu hari ada sepuluh saja korban seperti itu dalam satu tahun ada berapa?Mudah mudahan masih ada orang yang mau menolong sesamanya yang sedang dalam kesulitan,tak cuma cerita fiksi yang ditulis novelis yang rindu pada sosok pahlawan..

Yang lebih kecil namun sering kita abaikan ada,saat seoran ibu tua atau kakek tua berdiri kepayahan entah dalam kereta atau buspun kadang kita enggan memberikan tempat duduk,padahal kita tahu ibu atau bapak tua itu sangat membutuhkannya,dimanakah nurani kita sebagai manusia?

Ketika dirumah ada keponakan kecil yang berbuat salah,kita justru membentak dan memarahinya padahal mereka berbuat salah karena tidak tahu kalau ia hal yangitu salah,kita yang seharusnya menasehati dengan baik justru bersikap kasar,tahukah kalian kalau ingatan anak kecil sangat kuat?ia akan mengingat kekasaran kita sampai dewasa,dan itu juga memicu dia untuk berbuat yang sama..

Masih banyak lagi contohnya yang lain,hal kecil yang kita anggap remeh,namun aku terlalu bodoh untuk itu,aku sobat bisa mencari  contoh yang lain,jadi jangan salahkan si jaman lagi ya,percayalah tak ada gunanya,baiklah sampai jumpa diartikel yang lain ya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar