Minggu, 02 Maret 2014

Cerpen:Cinta Dan Persahabatan

Dimas terdiam,sejenak ia ragu apa yang akan ia lakukan kemudian,apakah akan duduk diam saja atau menolong Dani.Kalau saja tidak ada kejadian tempo hari,mungkin tanpa pikir panjang ia akan segera menolong kawannya itu tapi,kini....  Dani telah merampas cinta gadis yang ia sukai sejak tiga tahun yang lalu,dia tahu ia mencintainya tapi kenapa dia melakukan hal itu,bah segitukah persahabatanmu!

Lantas kalau sekarang kau terlibat masalah dengan Bahar anak terminal apakah aku harus membantumu?dihisapnya rokoknya dalam dalam kemudian dihembuskan kuat kuat seolah ingin membuang beban perasaannya lewat kepulan asap.Sejenak angannya menerawang ke masa saat mereka masih kecil,ketika dia menangis diganggu anak desa sebelah,Danilah yang menolongnya  dan kemudian menggendongnya sampai kerumah,apakah sekarang pantas membiarkan nyawa kawannya terancam karena masalah cinta?

Ia menggeram kemudian melangkah menuju motor CBR nya,dihidupkannya dan dilarikan secepat angin.Mudah mudahan ia belum terlambat untuk menolong Dani,dipacunya motornya lebih cepat lagi tak dihiraukannya sopir truk yang memaki karena harus mengerem sampai berdecit agar tidak sampai menabraknya,jengkal demi jengkal jalan telah dilewatinya,kelokan,jalan lurus dan kemudian turunan curam tinggal beberapa kilometer lagi hingga ia akan sampai ditempat mereka mengroyok dani.Si Kijo yang tadi mengabarkannya lewat telefon.Tapi ia harus kehilangan waktu agak lama sebelum akhirnya mengmbil keputusan ini.

Ia memaskkuki sebuah gang yang sempit sebelum menemukan mtor CB 150 R warna merah itu,motor Dani.Tapi dimana orangnya?perlahan ia berjalan menyururi lorong itu mengikuti nalurinya saj. Ia terkejut saat mendengar suara bentakan bentakan diiringi suara makian,perasaannya semakin tidak tenang dan ia pun berlari mendekati arah suara itu.

Dani dipukuli ditendang sampai tak berdaya bahkan untuk menahan berat tubuhnya saja ia tak mampu,kalau saja Bahar tidak memegangi kerah bajunya Dani pasti sudah menggelosoh ketanah.

Dimas masih memikirkan cara bagaimana ia menolong Dani,mereka bertiga sementara dia hanya seorang diri.Bantuan dari Dani sama sekali tak bisa diharapkan ,lalu ia harus bagaimana?sejenak Dimas merenung mencari cara terbaik untuk menolong temannya ini. 

Sampai agak lama ia masih belum menemukan pemecahan terbaik,karena khawatir keadaan Dani akan semakin gawat kalau ia tidak segera bertindak Dimas jadi nekat ia tahu ia akan kesulitan mengahapi mereka bertiga tapi apa boleh buat.

Dengan gagah ia segera menhampiri mereka,Bahar terkejut melihat seseorang datang mendekat,dalam hati ia berfikir siapakah orangnya yang berani ikut campur urusannya.Dimas berbicara dengan Bahar minta agar temannya itu dilepaskan tapi rupanya Bahar tidak setuju karena Dani masih punya urusan dengannya.Dua bulan lalu Dani meminjam uang padanya dan tiap kali ditagih ia selalu menghindar,akhirnya bahar tidak sabar lagi,ia dan dua temannya menculik Dani dan menyeretnya ketempat ini.

Rupanya Dani berhutang agar bisa menikah dengan Niken,Dimas  jadi tahu alasan Dani selalu menghindarinya karena tahu Dimas paling Anti berurusan dengan rentenir macam mereka.

Tapi kini sudah terlambat,Dimas akan menyelesaikan semua dengan jalan damai karena berkelahi dalam perkara seperti ini tak akan menyelesaikan masalah,kemudian ia berkata pada bahar kalau ia yang akan membayar hutang Dani,Bahar tidak percaya dan menuduh Dimas hanya mempermainkannya saja.

Dimas kemudian menunjuk CBR Repsolnya sambuil berkata pada bahar apakah itu cukup buat jaminan,Bahar setuju dan bersedia melepaskan Dani.

Dimas kemudian membawa Dani pulang kerumahnya naik taksi karena motornya ia serahkan sebagai jaminan.Biarlah aku berkorban untuyk mereka untuk Niken gadis yang ia cintai dan untuk Dani sahabatnya dari kecil.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar