Senin, 17 Maret 2014

Internet dan Kemerosotan Moral

Dahulu aku menganggap kalau orang Desa akan selalu ketinggalan dari segi apapun dengan orang Kota.Aku menganggap Desa adalah tempat terbelakang yang tak akan tersentuh kemajuan jaman,Desa hanya tempat bagi orang yang lugu dan sederhana.

Namun ternyata aku salah,sekarang Kota dengan Desa hampir tidak bisa lagi dibedakan semenjak internet menjadi sesuatu yang mudah diakses oleh siapa saja,entah anak kecil,orang dewasa hingga nenek nenek asala bisa baca,tinggal masuk opera mini masukkan kata,laku klik search..selesai tinggal pilih informasi apa yang kita mau.

Sekarang desa bukan lagi tempat terbelakang,orang sudah bisa mengenal gaya busana terbaru seperti yang di tayangkan ditelevisi,atau dari internet,bahkan kejadian yang terjadi hari ini sudah bisa disaksikan dalam waktu yang sama.

Pemuda pemudi Desa yang awalnya malu malu ketika berbicara dengan lawan jenis sekarang sudah mengenal pacaran lengkap dengan gaya busana layaknya orang kota.

Dahulu mereka adalah sosok yang lugu,bersahaja dan pemalu namun  sekarang sudah bermetamorfosis secara mengejutkan berkat apa yang disebut internet,mereka sudah mulai mengenal minuman keras,dan pergaulan bebas.

Internet seperti pisau bermata dua,satu sisi ia bermanfaat sisi yang lain bisa merugikan.Rusaknya akhlak para remaja entah yang tinggal didesa maupun dikota sebagian adalah andil televisi dan internet,kalau ditelevisi menyajikan menu pembuka,maka diinternet menyediakan menu utama.

Lihatlah tayangan ditelevisi,betapa mengumbar aurat seolah adalah sebuah kebanggaan,dan itu disaksikan seluruh penjuru Negeri,mungkin pada awalnya kita akan mengecam tayangan itu sebagai tayangan tak sopan,namun bagaimana kalau hal itu kita saksikan tiap hari,lama lama kita akan menganggap kalau itu adalah hal yang lumrah.

Anak anak muda yang merasa apa yang ditayangkan televisi kurang mulai mencari menu selanjutnya dari internet,dengan handphone yang dimiliki hampir semua orang apa susahnya memuaskan rasa ingin tahu?toh tak ada yang mengawasi.

Mungkin masih ada orang tua yang peduli dengan akhlak anaknya,was was kalau anaknya membuka konten yang tidak baik tapi,jumlahnya tak sebesar mereka yang berfikir sebaliknya.

Lihatkah berapa banyak kasus hamil diluar nikah yang tak diketahui oleh orang tuanya,entah karena si anak yang terlalu pandai,atau orang tua yang kurang peduli,siapa yang tahu.Banyaknya kasus tak lepas dari begitu mudah dan bebasnya tayangan yang tak patut ditayangkan.

Mungkin awalnya kita masa bodoh dan tak mahu tahu dengan keadaan ini tapi,setelah teman kita,atau keluarga menjadi korban barulah terhenyak tak percaya,anak yang sopan dan santun ternyata melakukan seseatu kenakalan yang kelewat batas.Ini masih belum termasuk kasus narkoba dan tawuran yang ga ada matinya.

Muda mudi kita hanyalah korban rasa ingin tahu mereka yang besar tanpa diimbangi pemahaman agama yang cukup,jadilah peniruan mentah mentah atas apa yang disaksikan dimedia.

Namun disisi lain internet dan media juga menyumbang andil yang besar sebagai tempat untuk belajar.Dari internet kita tak perlu bingung kalau ada sesutu yang ingin ditanyakan,tinggal ketik di hp,cari dan terpampanglah informasi yang diperlukan.

Media televisi tak kalah penting,kita bisa meyaksikan secara audio visual informasi itu sehingga lebih mudah bisa dipahami,kita bisa tahu informasi tentang kesehatan,pendidikan,peluang usaha dan masih banyak lagi.


Kita sebagai orang pengguna internet harus benar bijak menggunakannya,jangan sampai karena keseringan melihat konten yang tidak baik akan menyeret kita kearah yang tidak baik juga.

Dan untuk para orang tua juga harus waspada awasi penggunaan handpohne putra putrinya jangan biarkan mereka melihat hal yang tidak seharusnya.:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar