Kamis, 13 Maret 2014

Kabut Asap di Pekanbaru


Awalnya sih tidak begitu berminat menuliskan tentang kabut asap di Pekanbaru,berhubung sudah hampir satu bulan kabutnya ga ilang ilang jadilah dibuat tulisan ini.

Seperti yang saya katakan diatas,kabut asap di Pekanbaru nyaris satu bulan,asapnya awalnya biasa saja,kemudian lama lama bertambah tebal.Kata pemerintah kota sudah masuk dalam kategori berbahayaAku yang kebetulan ada di Pekanbaru merasakan dampaknya juga,apalagi kalau bukan ISPA.Nah berhubung saya jarang keluar rumah jadilah Cuma dapat bonus batuk batuk ringan sajaJ.

Bagaimana kabut asap bisa terjadi?kalau kata orang orang yang saya temui gara gara pembakaran lahan yang akhirnya meluas dan tidak bisa dikendalikan lagi,pemererintah kota pun kuwalahan menanggulanginya,entah sampai kapan kabut asap ini akan berlangsung,yang pasti selain kerugian dari segi kesehatan juga berimbas ke bidang lain contohnya ekonomi.

Pendapatan para pedagang pun merosot tajam sampai sekitar limapuluh persen itu pun bagi yang bernyali besar berani berjualan diantara asap yang mengganggu sementara yang memilih libur ya tidak dapat keuntungan dong,biasanya merogoh tabungan untuk menemani hari libur.

Sekolah sekolah dan MDA diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan,mau bagaima lagi,kasihan khan anak anak kecil dan remaja yang harus menghirup udara beracun itu kalau keluar rumah,mending mereka diliburkan agar bisa belajar dirumah,itu yang dimahui para guru,namun namanya anak anak ada yang belajar ada juga yang memilih ke warnet atau bermain.

Selama hampir tiga tahun tinggal di pekanbaru,baru kali ini ada bencana asap yang begini lama kalau yang sudah sudah tak lebih dari tiga hari,nah kali inilah yang paling parah,sampai sampai untuk melihat matahari disiang haripun tidak bisa,wahai asap pergilah agar bisa kujumpai kehangatan mentari yang aku rindukan,halah malah jadi sok puitis.


Yah beginilah kami yang tinggal dipekan baru,beraktifitas menggunakan masker sampai waktu yang belum pasti,mudah mudahan bencana asap ini segera berlalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berkomentar